Sekilas Info

Pernyataan Sikap

Ormas PDKB Minta Pemerintah Tindak Tegas Pembakar Hutan dan Lahan

Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Dayak Kalimantan Barat (PDKB) meminta dengan tegas kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap, Minggu (28/02/2021)

Suaraindo.id---Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Dayak Kalimantan Barat (PDKB) meminta dengan tegas kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap, Minggu (28/02/2021)

Hal tersebut disampaikan mengingat semakin parahnya kabut asap yang terjadi saat ini, terutama di Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah.

Menurut BMKG Kalbar pertanggal 27-28 Februari 2021, ada 689 jumlah sebaran Hotspot berdasarkan Data LAPAN, dengan Hotspot tertinggi Kubu Raya, disusul Mempawah, Sambas, Pontianak, Ketapang dan beberapa Hotspot diwilayah lainnya.

Saat dikonfirmasi di Sekretariat PDKB di Jalan Letjen Sutoyo Pontianak Selatan, Ketua Umum PDKB Hendra Darwilias mengatakan kabut asap yang terjadi hingga saat ini terutama di Kubu Raya dan Pontianak disebabkan adanya kebakaran hutan, mengingat beberapa hari terakhir ini juga tidak ada hujan.

Ia menjelaskan, dimana sebentar lagi akan memasuki bulan ke 3, khususnya bagi Masyarakat suku Dayak adalah Bulan yang sangat menggembirakan karena sebentar lagi akan merayakan Hari Raya panen padi (Roah, Naik Dango, Gawai dan Sebutan Lainnya ). Namun situasi di tahun ini sangat berbeda, karena Pulau Kalimantan tak luput dari Pandemi Ccovid-19, sehingga mengharuskan Masyarakat dayak untuk tidak merayakan Hari Raya Panen Padi tersebut.

Yang lebih Parah lagi adalah kabut asap di Tahun 2021 ini berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, karena sampai Detik ini, sangat susah sekali mencari  kambing hitam penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan.

"Kalau di tahun sebelumnya kan, yang selalu disalahkan ya peladang/petani tradisional sebagai penyebab kabut asap, sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan. Nah sekarangkan terbukti, siapa pelaku pembakaran hutan dan lahan sebenarnya.

Dan sekarang jelas, bahwa peladang tradisional sedang memasuki masa panen padi, artinya bahwa tidak ada aktivitas bakar membakar ladang yang dilakukan oleh peladang tradisional, " jelas Hendra Darwilias.

PENGURUS ORGANISASI KEMASYARAKATAN PEMUDA DAYAK KALIMANTAN BARAT, MEMINTA KEPADA PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT

1. SEGERA PADAMKAN TITIK API YANG MENYEBABKAN KABUT ASAP.

2. SEGERA TANGKAP CORPORASI YANG MELAKUKAN PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN, sesuai dengan Arahan KAPOLRI, TINDAK TEGAS dan JANGAN PANDANG BULU ( TIDAK ADA LAGI HUKUM TAJAM KEBAWAH TUMPUL KE ATAS).

3. CABUT IJIN PERUSAHAAN YANG TERBUKTI MENYEBABKAN KABUT ASAP.
dan MENDESAK :

a. Para pemangku kebijakan, menindak tegas, para pembakar lahan dan hutan yang tentunya di perintah oleh pihak Corporasi ( Perkebunan Sawit maupun Developer ).

b. Mendukung kebijakan KAPOLRI agar tidak menerapkan HUKUM TAJAM KEBAWAH TUMPUL DI ATAS.

c. Jika tidak ada tindakan tegas dari Para Pemangku Kebijakan di PROVINSI KALBAR kepada pihak Corporasi yang menyebabkan KARHUTLA maka jangan salahkan kami masyarakat ADAT akan turun langsung menyeret Oknum2 Corporasi tersebut.

Tertanda,
PEMUDA DAYAK KALIMANTAN BARAT (PDKB)
#salamsatudarah
Dayak_Abadi !!!

Penulis: Rilis
Editor: Redaksi

Baca Juga