IJTI NTB Heran Kekerasan Terhadap Wartawan Masih Terjadi

  • Bagikan

Suaraindo.id-–Ketua Ikatan Jurnalist Televisi Indonesia (IJTI) Nusa Tenggara Barat, Hj Ridha Patiroi mengaku heran kekerasan terhadap wartawan masih saja terjadi dengan tindakan kasar.

Peristiwa kekerasan terhadap wartawan tak masuk akal, padahal kerja wartawan di Indonesia dilindungi oleh undang-undang.

Dikatakan, Peristiwa penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Lombok Timur, terhadap salah seorang jurnalis yang hendak melakukan peliputan di Kantor Bupati Lombok Timur membuat sejumlah pihak heran, termasuk IJTI NTB.

Hj. Ridha Patiroi, srikandi muda yang getol memperjuangkan hak hak jurnalis ini tak habis pikir dengan perlakuan yang diterima oleh seorang wartawan yang dilakukan oleh oknum aparatur pemerintah Kabupaten Lombok Timur, aplagi ini dibulan ramadan.

“Kekerasan terhadap wartawan ini merupakan kesekian kalinya kita menerima kabar duka terkait peristiwa tidak mengenakkan yang dialami kawan-kawan wartawan saat bertugas mencari informasi untuk publik, justru mendapat perlakuan pecekikan dan lain lain seperti yang dilaporkan ke kami soal apa yang terjadi di lingkup Pemkab Lotim,” katanya, kamis 29 april 2021.

Atas kejadian tersebut ketua IJTI NTB mendesak pihak terkait mengambil tindakan dan di proses secara hukum.

Ridha menambahkan, kontribusi jurnalis untuk kemajuan NTB khususnya Lombok Timur tak bisa di pungkiri. Banyak hal yang berdampak positif terhadap hasil-hasil tulisan kawan-kawan jurnalis yang kemudian bisa diakses menjadi sebuah berita yang dikonsumsi oleh masyarakat tentang kabupaten Lombok Timur yang kini kian berbenah.

“Pak Bupati kan sangat paham hal ini, iya kita minta segeralah bertindak. Bahkan bila perlu Pak Bupati memberikan pemahaman bahwa media adalah mitra memajukan Daerahnya. Tindakan kasar oknum Pol PP tersebut tidak bisa dibenarkan. Kami meminta Kasat Pol PP memberikan pembinaan terhadap anggotanya,” tegas Ridha.

Lebih lanjut, Ketua IJTI mengatakan memestinya  dibulan Ramadan ini lebih bisa menahan kesabaran dan tidak arogan serta semena mena kepada orang lain.

“Wartawan itu kerjanya dilindungi oleh undang undang jangan asal memperlakukan begitu .tidak bisa dibayangkan kalo pedagang kecil mendapat perlakuan seperti itu,” tutupnya.

  • Bagikan