Suaraindo.id—Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram Nusa Tenggara Barat, mensosialisasikan pangan olahan yang memiliki gizi tinggi terhadap siswa siswi pada lingkungan Sekolah maupun di luar sekolah.
Pelaksana Harian BPOM di Mataram Hadiyono Hadisaputro menyampaikan sosialisasi ini merupakan bagian dari Aksi Nasional Gerakan menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu, dan bergizi, yang telah dicanangkan Wakil Presiden RI pada akhir Januari lalu. Upaya tersebut melalui peran aktif dan terpadu dari seluruh pihak, termasuk komunitas sekolah.
Dijelaskannya keamanan dan mutu produk pangan terkait di Ingkungan sekolah. Ditentukan sendiri oleh kebijakan internal sekolah. Praktik pengelolaan pangan pada kantin sekolah.
Pada kegiatan sosialisasi ini, kata Hadiyono diikuti 9 sekolah, yaitu 3 sekolah dasar, 3 Sekolah Menengah Pertama, dan 3 Sekolah Menengah Atas, negeri dan swasta. “Kita harapkan kegiatan ini memiliki output yang bisa diterapkan langsung pohak sekolah,” katanya.
Lebih lanjut Hadiyono, untuk intervensi Program Sekolah dengan Pangan Jajajan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman, Balai Besar POM di Mataram menggelar sosialisasi keamanan pangan bagi siswa sekolah dasar, SLTP, dan SLTA. Bertujuan untuk mensosialisasikan pangan aman dengan memperhatikan informasi nilai gizi pada pangan olahan.
Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur HM Juaini Taofik yang hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut, BPOM memiliki peran penting dalam pengawasan pangan yang di konsumsi, termasuk lingkungan sekolah. “Kami juga berterimakasih kepada, BPOM atas terselenggaranya kegiatan ini,” Juaini saat memberikan sambutan, selasa 4 Mei 2021.
Menurut Sekda kegiatan dengan menyasar komunitas sekolah ini adalah langkah efektif, untuk memberikan pemahaman secara konsistensi pangan aman dan sehat.
Sosialisasi ini merupakan bentuk nyata kehadiran Negara, dalam mempersiapkan sekaligus menyelamatkan generasi mendatang. Sekolah yang mengikuti sosialisasi ini diharpakan menjadi contoh dan menularkan pengetahuan yang diperoleh ke sekolah-sekolah lainnya.













