Suaraindo.id—Bupati Lombok Timur HM Sikiman Azmi mendorong Pemerintah Desa agar menganggarkan dana bagi peserta, yang mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) di Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur.
Kehadiran BLKI di Lombok Timur, untuk menjawab tantangan globalisasi dibidang tenaga kerja. Karena adanya Balai Lagihan Kerja ini, bisa menghasilkan tenaga kerja terampail.
“Setiap tahunnya, BLKI dan Balai Latihan lainnya, mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil mencapai 2500 orang pertahunnya,” kata Bupati Lombok Timur, saat menghadiri penandatangan MoU antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Pemda Lotim, di BLKI, Senin (3/5/2021).
Adanya kerjasama ini, diharapkan agar Pemerintah Desa menyediakan generasi terampil. Diharapkan agar Pemdes menyiapkan minimal 10 orang yang didanai dari Desa masing masing.
“Minial 10 orang per-Desa. Desa juga bisa menganggarkan Rp50 juta sampai Rp100 juta, sehingga bisa lebih dari 20 orang yang ikut. Namun tidak boleh kurang dari 10 orang,” sambung Sukiman Azmi.
Pada penandatangan MoU ini, sebanyak sepuluh Desa ambil bagian secara simbolis, mengantarkan warganya yang siap mengikuti berbagai bidang pelatihan sesuai yang dibuka pihak BLKI.
Pada kesempatan tersebut, bupati mengucapkan banyak terimakasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan, yang telah membuka peluang besar bagi masyarakat Lombok Timur.













