Hari Lahir Pancasila, Warga Protes Jalan Rusak dengan Tanam Pohon Pisang

  • Bagikan
Warga lingkungan Gunung Sepang menanam pohon pisang di jalan rusak sebagai aksi protes

Suaraindo.id—Pada momen Hari Lahir Pancasila, ratusan masyarakat lingkungan Gunung Sepang, Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong, Lombok Timur menggelar aksi penanaman pohon pisang dan kamboja di jalan yang mengalami rusak parah sebagai bentuk protes.

Koordinator Aksi, Satriawadi mengatakan masyarakat telah jenuh melihat kondisi jalan yang dilalui selama ini.  Jalan sepanjang 1,5 km mengalami rusak parah. Tambahnya lagi, kerusakan jalan ini telah berlangsung sejak puluhan tahun silam, tanpa pernah tersentuh perhatian Pemerintah.

“Menurut cerita orang-orang tua di sini, terakhir pengerasan jalan ini tahun 1984. Setelah itu tidak pernah ada lagi sentuhan,” ujar Satriawadi pada wartawan, Selasa (1/6/2021).

Diceritakannya, puluhan tahun silam kondisi jalan ini sudah rusak sampai saat ini. Padahal jalam ini merupakan jalan pendidikan yang sering dilalui siswa siswi.

“Dulu waktu saya SMP kondisinya begini, nggak ada perubahan sampai sekarang. Bahkan kami harus membuka sepatu saat berangkat ke sekolah karena jalan yang berlubang dan berlumpur di musim penghujan,” paparnya.

Satriawadi menambahkan, jalur Gunung Sepang – Dasan Gedang yang panjangnya 1,5 m ini merupakan jalur utama bagi warga menuju akses kesehatan, pendidikan hingga Pemerintahan.

Adanya aksi ini, warga berharap agar pemerintah daerah tidak hanya menebar janji, tapi harus merealisasikan janjinya dalam pemerataan pembangunan.

“Kami di sini merupakan kelurahan, tapi jalan ini seperti jalan hutan. Kami juga butuh jalan, dengan kondisi jalan yang layak seperti wilayah lainnya,” keluhnya.

  • Bagikan