Imbas Pembentukan Aliansi AUKUS, Hubungan Australia-China Menurun

  • Bagikan
Kapal pengawal milik angatan laut Australia yang dilengkapi dengan peluru kendali HMAS Parramatta (FFH 154) (kiri) berlayar bersama kapal perang milik angkatan laut AS dalam sebuah patroli di laut China Selatan pada 18 April 2020. (Foto: U.S. Navy via Reuters)

Suaraindo.id–Para ahli menilai bahwa China saat ini tengah khawatir sekaligus terus mengamati dengan cermat kemampuan militer Australia yang sedang berkembang.

“Ketika Australia menjauhkan diri dari China, China merasa negara kangguru itu semakin dekat dengan Amerika Serikat (AS). Jadi, semua rasa sentimen itu muncul,” kata Oh Ei Sun, pengamat senior di Institut Hubungan Internasional Singapura.

Menurut para ahli, Australia telah meningkatkan kemampuan militernya dalam 10 tahun terakhir. Kini, China merasa khawatir tentang kemitraan Australia dengan AS yang memiliki angkatan bersenjata terkuat di dunia di mana kemitraan tersebut dapat menyaingi ekspansi dari angkatan laut China.

Hubungan China dan Australia yang dulu pernah dekat, kembali memburuk pekan lalu ketika Australia, AS dan Inggris menandatangani kemitraan keamanan tiga arah yang dinamai AUKUS.

Kesepakatan AUKUS merupakan hal terbaru dari serangkaian peristiwa yang menyebabkan hubungan antara China dan Australia memburuk.

Para ahli menunjuk pada tiga perdana menteri terpilih Australia yang cenderung tidak percaya pada China sejak 2013 merupakan contoh lain dari bagian peristiwa yang memperburuk hubungan kedua negara.

Kondisinya diperparah dengan penolakan Australia terhadap beberapa kepentingan China di negara kangguru tersebut, di mana China mencari pasokan bijih besi dan batu bara yang berharga.

Pengamat kedua negara tersebut menyebutkan bahwa perselisihan atas sumber daya alam berharga yang dimiliki oleh Australia, pengaruh militer yang didukung AS di Asia Pasifik dan para pemimpin konservatif secara politik di Australia telah memicu renggangnya hubungan antara Australia dengan China. (ps/rs)

  • Bagikan