Peduli Banjir, DPRD Palangka Raya Dorong Pemko Terus Pantau Kesehatan Masyarakat Terdampak Banjir

  • Bagikan
Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita mengaku prihatin dengan kondisi banjir di wilayah Kelurahan Petuk Katimpun, yang kini kembali terjadi.

Suaraindo.id – Ketika intensitas hujan lebat baik di daerah perkotaan maupun hujan lebat dihulu sangat tinggi sudah tentu akan membawa aliran air yang sangat deras dan debit air meningkat drastis yang mempu menggenangi dan merendam pemukiman warga disepanjang aliran sungai yang dilewatinya.

Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita mengaku prihatin dengan kondisi banjir di wilayah Kelurahan Petuk Katimpun, yang kini kembali terjadi.
Hal tersebut dikatakannya usai melihat kondisi banjir yang menggenangi jalan menuju wilayah Petuk Katimpun Bawah. Dalam kesempatan tersebut, dirinya pun menyempatkan diri untuk menyapa dan berdiskusi dengan masyarakat sekitar.

“Tentu ini sangat memprihatinkan, dimana banjir ini hampir selalu terjadi saat curah hujan meningkat. Ini menjadi masalah yang serius yang menjadi perhatian kita, dimana dengan keadaan banjir seperti ini tentu pantauan akan kesehatan masyarakat yang paling utama,” kata Ruselita, Rabu (16/11/2022)

Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah kota khususnya Dinas Kesehatan untuk segera menurunkan tenaga kesehatan agar dapat membantu masyatakat jika ada yang sakit akibat terdampak banjir.

“Tentu kerjasama dengan masyarakat setempat bisa menyiapkan fasilitas, karena memang jalan ini putus. Sehingga tenaga kesehatan atau dinas terkait yang bisa membantu tidak bisa melintas. Satu-satunya ya dengan menggunakan perahu, untuk menyiapkan itu adalah partisipasi masyarakat bisa membantu,” bebernya.

Soal Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tidak beroperasi di wilayah tersebut, legislator dari fraksi Perindo-PSI ini mengaku akan segera menyampaikannya kepada dinas terkait untuk bisa mengaktifkannya kembali.

“Apalagi kita tahu jika wilayah Petuk Katimpun Bawah padat sekali penduduknya. Di sana memang diharapkan sekali keberadaan pustu. Karena jika mereka sakit , harus ke wilayah kota tidak mungkin dengan jarak dan waktu yang cukup jauh. Solusinya dengan mengaktifkan kembali pustu itu dan tenaga kesehatannya,” tutur Ruselita.

DPRD, lanjutnya, akan memanggil Dinas Kesehatan untuk menanyakan terkait pelayanan Pustu. Pihaknya pun diakui Ruselita sudah mengusulkan terkait Pustu tersebut.

“Apapun masalah kepentingan masyarakat, apalagi menyangkut kesehatan itu menjadi prioritas utama. Pembahasan pada perubahan anggaran kemarin juga kita sudah usulkan, pandangan fraksi di paripurna juga sudah diusulkan dari fraksi kami. Mohon pustu pustu yang ada beberapa di wilayah di pinggiran kota segera diaktifkan atau kapan perlu ditambah, tenaga kesehatan juga ditambah untuk memenuhi kebutuhan layanannya. Karena memang kita menerima beberapa laporan dari masyarakat tentang kekurangan pustu dan tenaga kesehatan,” pungkas Ruselita.

Penulis: Hendra CEEditor: Redaksi
  • Bagikan