Suaraindo.id – Prosesi ritual penempatan altar tiga dewa di Vihara Tri Dharma Mempawah, Jalan Gusti M. Taufik, Kecamatan Mempawah Hilir, berlangsung lancar sejak 15 Oktober lalu.
Ketiga altar dewa tersebut adalah Thai Pak Kung Kung, Nian Sai Kung Kung dan Sam Hi Kung Kung.
Menurut Ketua Yayasan Tri Dharma Mempawah Lim Hang Khim, atau biasa disapa Pak Amak, prosesi ritual penempatan altar dilakukan karena bangunan vihara baru selesai direnovasi.
“Karena itu, setelah vihara selesai direnovasi, maka kita lakukan ritual khusus untuk menempatkan altar ketiga dewa sebagai sarana untuk beribadah,” ujarnya.
Untuk memeriahkan penempatan altar, maka Yayasan Tri Dharma Mempawah menyelenggarakan berbagai acara hiburan yang dihadiri seluruh masyarakat Tionghoa.
“Jadi sejak 15 Oktober lalu, vihara terus kita ramaikan setiap hari bahkan hingga malam hari dengan berbagai hiburan dan aksi tatung selama 7 hari,” jelas dia.
Pak Amak mengakui, salah satu rangkaian acara yang menarik partisipasi masyarakat Tionghoa adalah lelang barang-barang yang telah diberkati.
Diberkati di sini maksudnya adalah barang yang akan dilelang telah disembahyangkan sehingga punya efek religi bagi pemiliknya.
“Barang-barang tersebut misalnya kue, buah jeruk, dan lain sebagainya. Bahkan kita juga menyelenggarakan lelang spesial, yakni Pena Pembuka Mata Naga, dengan harga yang paling tinggi,” paparnya.
Akhirnya, lewat metode lelang naik-naik, Pena Pembuka Mata Naga itu terjual dengan nilai Rp 21,08 juta.
Sang pemenang lelang adalah Atang, pemilik toko bangunan terbesar di Mempawah.
“Makna dari lelang ini adalah, barang yang diberkati ini akan membawa keberkahan, kelancaran rezeki, dan banyak manfaat lainnya bagi kehidupan sang pemilik maupun keluarganya,” tutup Pak Amak.













