Suaraindo.id – Badan Narkotika Kota (BNK) Pontianak telah mengambil langkah proaktif dengan menjalin kerja sama bersama guru bimbingan konseling (BK) di seluruh sekolah untuk melaksanakan program edukasi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memberikan pengetahuan yang lebih baik tentang bahaya narkoba kepada generasi muda.
Tujuan Kerja Sama
Kepala BNK Pontianak, Anida Sari, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menjadikan guru BK sebagai agen perubahan dalam masyarakat pendidikan. “Dengan berkolaborasi bersama guru BK di Pontianak, mereka akan menjadi perpanjangan tangan kami di sekolah untuk mengedukasi siswa-siswi secara berkelanjutan dalam pencegahan penggunaan narkoba,” ungkapnya, seperti dilansir dari ANTARA pada Selasa (8/10/2024).
Pelatihan untuk Guru BK
Untuk mempersiapkan para guru BK dalam menjalankan program ini, BNK Pontianak telah menyelenggarakan pelatihan yang mencakup pengetahuan tentang jenis-jenis narkoba serta metode pengajaran yang efektif untuk siswa. Anida menekankan pentingnya peran guru BK yang memiliki keahlian konseling dalam membimbing para pelajar terkait isu narkoba.
“Pelatihan telah kami lakukan untuk gelombang pertama, di mana 30 peserta terlibat, terdiri dari 20 guru BK SMP dan 10 guru BK SMA. Pelatihan ini diutamakan untuk sekolah menengah dan atas, mengingat belum semua sekolah dasar memiliki guru BK,” jelasnya.
Pendampingan Kegiatan Siswa
Setelah pelatihan, para guru BK akan mulai memberikan edukasi langsung kepada siswa. BNK Pontianak juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan siswa, seperti kegiatan OSIS, dengan memperkenalkan mobil “Kamek Datang” sebagai ikon anti-narkoba.
“Sekolah-sekolah di Pontianak sudah mulai mengundang kami untuk memberikan sosialisasi. Kami juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan pramuka untuk menyebarkan informasi mengenai bahaya narkoba,” tambah Anida.
Meningkatkan Kesadaran di Kalangan Remaja
Anida juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya angka penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja setiap tahunnya. Berdasarkan penelitian dari Puslitdatin BNN, sekitar 84,5 persen pengguna narkoba di Indonesia terpengaruh oleh teman dekat yang menawarkan narkoba.
“Fenomena ini mirip gunung es. Program pelatihan untuk guru BK ini diharapkan bisa membantu mengurangi angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” pungkas Anida.
Dengan upaya kolaboratif ini, BNK Pontianak berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi generasi muda, serta meningkatkan kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dalam masyarakat.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













