Meriahkan HUT Bung Kupu’ak ke-184, Karnaval Budaya Digelar di Jagoi Babang

  • Bagikan
Karnaval Budaya yang berpusat dihalaman SMAN 1 Jagoi Babang, dusun Sungai Take Kecamatan Jagoi Babang, Jumat (1/11/2024). Foto : Suara Kalbar

Suaraindo.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bung Kupu’ak ke-184 diwarnai dengan semarak Karnaval Budaya yang digelar di halaman SMAN 1 Jagoi Babang, Dusun Sungai Take, Kecamatan Jagoi Babang, Jumat (1/11/2024). Acara ini disambut antusias oleh masyarakat dan dihadiri berbagai tokoh penting serta peserta karnaval yang disebut Nadik dan Serdik Sedesa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Jagoi Babang Saidin, Kapolsek Jagoi Babang AKP Asep Maulana, anggota Satgaster Koramil 1209-07/Jgb Serda Juniardi, Kades Jagoi Babang Dedeng beserta enam stafnya, serta tiga kepala dusun. Adapun jumlah peserta karnaval terdiri dari 30 Nadik se-Desa Jagoi dan 150 Serdik se-Desa Jagoi.

Camat Jagoi Babang Saidin menyampaikan bahwa Karnaval Budaya ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga bertujuan mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa bangga terhadap budaya lokal. “Karnaval juga sebagai bentuk usaha melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan kepada dunia luar,” ujar Saidin.

Saidin juga memberikan penjelasan mendalam mengenai makna dan simbolisme Rumah Adat Bung Kupu’ak. Rumah adat ini berbentuk bundar dengan diameter sekitar 10 meter, tinggi 12 meter, dan ditopang oleh 20 tiang kayu utama serta beberapa kayu penopang lainnya. Sebatang tiang yang menyerupai titian digunakan sebagai tangga, melambangkan kedudukan Kamang Tariu’ yang harus dihormati.

“Ketinggian ini menggambarkan kedudukan atau tempat Kamang Tariu’ yang harus dihormati,” jelas Saidin, menekankan makna filosofis yang terkandung dalam arsitektur Bung Kupu’ak.

Lebih lanjut, Saidin menuturkan bahwa Bung Kupu’ak terletak di sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi dan dikelilingi oleh tanaman buah-buahan alami seperti durian dan rambai. Belakangan, area ini juga mulai ditanami buah-buahan bibit unggul seperti sawo, mangga, rambutan, dan kelengkeng, yang menambah daya tariknya sebagai destinasi wisata.

“Oleh karena itu, bagi wisatawan yang berkunjung saat musim durian, bisa menikmati suasana tenang Bung Kupu’ak sambil makan durian,” tambah Saidin. Pernyataan ini mengundang daya tarik lebih bagi para pengunjung yang ingin merasakan harmoni budaya dan alam khas Jagoi Babang.

Karnaval Budaya HUT Bung Kupu’ak ke-184 ini menjadi bukti nyata upaya masyarakat dan pemerintah setempat dalam menjaga warisan budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Jagoi Babang ke dunia luar.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan