Momentum Wisuda ke-175, Rektor Unsri Tanggapi Isu Viral yang Beredar

  • Bagikan
Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. Taufiq Marwa, S. E., M. Si., bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M. Agr. (SuaraIndo.id/Nisa)

SuaraIndo.id – Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. Taufiq Marwa, S. E., M. Si. mewisuda 663 orang sarjana baru pada wisuda ke – 175. Sarjana berpredikat Dengan Pujian sebanyak 169 orang. Wisuda dilaksanakan di Gedung Auditorium Unsri kampus Indralaya, Rabu (18/12/2024).

Sarjana yang diwisuda pada periode ini merupakan alumni Fakultas Ekonomi 88 orang terdiri dari alumni jenjang (DIII) Akuntansi 2 orang, Kesekretariatan 1 orang; Strata satu (S1) Manajemen 21 orang, Ekonomi Pembangunan 24 orang, Akuntansi 22 orang, Profesi akuntansi 1 orang, Strata Dua (S2) Ilmu Ekonomi 4 orang, Ilmu Manajemen 2 orang, Magister Manajemen 4 orang; strata tiga (S3) Ilmu Ekonomi 1 orang, Ilmu Manajemen 4 orang.

Fakultas Hukum Fakultas (S1) Ilmu Hukum 41 orang, (S2) Ilmu Hukum 6 orang, (S2) Kenotariatan 1 orang.

Fakultas Teknik (S1) Teknik Sipil 4 orang, Teknik Pertambangan 4 orang, Teknik Elektro 29 orang, Teknik Mesin 1 orang, Program Profesi Insinyur 74 orang; (S2) Teknik Kimia 1 orang, Teknik Sipil 1 orang, Teknik Pertambangan 1 orang, Teknik Mesin 1 orang, (S3) Ilmu Teknik 1 orang.

Fakultas Kedokteran (S1) Ilmu Keperawatan 6 orang, Pendidikan Dokter 3 orang, Kedokteran Gigi 8 orang, Psikologi 13 orang, Program Profesi Keperawatan 63 orang, Profesi Dokter Gigi 21 orang, Profesi Dokter 1 orang; Spesialis (Sp.1) Ilmu Bedah 2 orang, Ilmu Kesehatan Anak 8 orang, Ilmu Penyakit Dalam 2 orang, Opstetri dan Genekologi 5 orang, Ilmu Dermatologi dan Venereologi 4 orang, Anetesiologi dan Reanimasi 3 orang; PPDS Spesialis dua (Sp.2) Ilmu Penyakit Dalam 4 orang.

Fakultas Pertanian jenjang (S1) Agribisnis 4 orang, Teknik Pertanian 2 orang, Peternakan 7 orang, Budidaya Perairan 9 orang, Teknologi Hasil Perikanan 1 orang, Agronomi 2 orang, Agro Eko Teknologi 1 orang. (S3) Ilmu Pertanian.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan jenjang (S1) Pendidikan Sejarah 7 orang, Pendidikan Ekonomi 7 orang, Bimbingan Konseling 3 orang, Pendidikan Teknik Mesin 1 orang, Pendidikan Fisika 1 orang, Pendidikan Biologi 2 orang, PG PAUD 1 orang, Penjaskes 4 orang; Jenjang strata dua (S2) Pendidikan Bahasa 1 orang, Pendidikan Matematika 1 orang, Teknologi Pendidikan 2 orang, Pendidikan Fisika 1 orang. Jenjang (S3) Pendidikan Matematika 3 orang.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jenjang (S1) Administrasi Publik 4 orang, Sosiologi 14 orang, Ilmu Komunikasi 12 orang, Ilmu Hubungan Internasional 31 orang; Jenjang (S2) Ilmu Administrasi Publik 7 orang, Sosiologi 2 orang.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jenjang Strata satu (S1) Matematika 7 orang, Fisika 12 orang, Kimia 5 orang, Biologi 3 orang, Farmasi 5 orang, Ilmu Kelautan 4 orang; Profesi Apoteker 1 orang, Fisika 1 orang.

Fakultas Ilmu Komputer Jenjang (D3) Komputerisasi Akuntansi 1 orang, Manajemen Informatika 6 orang, Teknik Komputer 9 orang; Jenjang (S1) Sistem Komputer 18 orang, Sistem Informasi 12 orang, Teknik Informatika 14 orang; Jenjang Strata dua (S2) Magister Ilmu Komputer 3 orang.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Jenjang (S1) Kesehatan Masyarakat 9 orang, Kesehatan Lingkungan 1 orang, Gizi 5 orang; Jenjang (S2) Ilmu Kesehatan Masyarakat 4 orang.

Program Pascasarjana (S2) Pengelolaan Lingkungan 1 orang, Jenjang (S3) llmu Lingkungan 2 orang.

Sarjana lulus berpredikat dengan pujian Fakultas Ekonomi (S2) 1 orang, (S3) 3. Fakultas Teknik (S1) 2 orang, Program Studi Profesi Insinyur 74 orang. Fakultas Kedokteran Program Profesi Keperawatan 63 orang. Fakultas Pertanian (S1) 1 orang, (S2) 1 orang, (S3) 1 orang. Fakultas KIP (S3) 3 orang. Fisip (S1) 3 orang, (S2) 4 orang.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (S2) 1 orang. Fakultas Ilmu Komputer (D III) 2 orang, (S1) 4 orang. Fakultas Kesehatan Masyarakat (S2) 4 orang. Program Pascasarjana (S3) 2 orang.

Ucapan selamat Rektor kepada para wisudawan dan wisudawati atas keberhasilannya menggapai gelar akademik yang diidamkan juga kepada orang tua atau wali alumni yang telah berhasil memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.

“Tidak ada pemberian yang lebih utama kepada anak-anaknya selain pendidikan yang baik,” kata Rektor yang juga berharap apa yang diperolehnya para alumni menjadi berkah sebagai awal dalam menggapai keberhasilan berikutnya.

Selain itu juga berpesan agar para alumni dapat menjaga nama baik almamater Universitas Sriwijaya, selalu berbuat jujur, menjaga etika dan moral, menghormati orang tua, cintai sesama agar para alumni sukses di manapun para alumni berkiprah.

Pada kesempatan yang sama Rektor Unsri, Prof. Taufiq Marwa, menegaskan komitmen universitas dalam menangani berbagai isu, termasuk perlindungan mahasiswa, serta kesiapan Unsri menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

Dalam menanggapi insiden yang melibatkan mahasiswa, Prof. Taufiq menyatakan bahwa pihak universitas telah mengambil langkah konkret untuk memastikan hak-hak korban terjamin.

“Kami siap berdiskusi dan membantu jika dibutuhkan, tetapi perlu dipahami bahwa universitas bukan lembaga bantuan hukum. Kami telah menunjuk pihak yang memahami hukum untuk mendampingi korban dan berkomunikasi dengan orang tua mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Unsri telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kekerasan untuk menangani berbagai kasus, termasuk kekerasan seksual dan perundungan.

Satgas ini telah bekerja secara efektif dalam melakukan investigasi dan memberikan sanksi yang sesuai, dengan tetap berorientasi pada pembinaan mahasiswa.

Rektor juga memaparkan perkembangan Unsri menuju status PTN BH. Saat ini, tiga organ utama—Rektor, Senat Akademik Universitas, dan Majelis Wali Amanah—sedang dilengkapi.

Organ-organ ini bertugas mengelola aspek akademik dan non-akademik perguruan tinggi secara mandiri.

“Senat Akademik Universitas sudah terbentuk dengan 53 anggota, sedangkan Majelis Wali Amanah yang terdiri dari 17 orang sedang menunggu SK resmi dari Kementerian Pendidikan.

Jika semua organ lengkap, Unsri akan lebih fleksibel dalam mengambil kebijakan, termasuk membuka atau menutup program studi sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Prof. Taufiq.

Menanggapi isu kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Prof. Taufiq menegaskan bahwa UKT ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua sesuai peraturan menteri.

“Tidak ada kenaikan UKT bagi mahasiswa reguler. Bahkan, mahasiswa kurang mampu mendapatkan UKT gratis dan uang saku sebesar Rp700.000 per bulan,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya transparansi, rektor mengajak masyarakat untuk terus mendukung langkah Unsri menuju PTN BH, yang akan memberikan keleluasaan dalam pengelolaan akademik dan keuangan universitas.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Unsri berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menjaga keadilan dan kesejahteraan seluruh civitas akademika.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan