Suaraindo.id – Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak masyarakat Kecamatan Sajingan Besar yang terdampak persoalan status kawasan hutan dan wilayah pertahanan. Hal itu disampaikannya usai menggelar audiensi bersama masyarakat setempat, Rabu (29/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Wabup Heroaldi mengungkapkan bahwa hingga kini masih banyak warga yang menghadapi persoalan antara kehidupan mereka dengan status kawasan, baik hutan lindung, konservasi, taman wisata alam (TWA), maupun hutan produksi.
“Masyarakat mempertanyakan kenapa lahan dan rumah yang sudah mereka tempati secara turun-temurun justru masuk dalam kawasan hutan yang dianggap ilegal oleh pemerintah. Ini membuat mereka resah dan merasa tidak aman,” jelas Heroaldi.
Ia menilai keresahan tersebut wajar, mengingat masyarakat telah membayar pajak dan taat terhadap aturan pemerintah, namun masih dibayangi ketidakpastian hukum atas tempat tinggal mereka.
Menurut Heroaldi, audiensi ini menjadi wadah untuk mencari solusi terbaik antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa agar ada kejelasan terhadap hak-hak masyarakat dalam mengelola wilayah tempat tinggal mereka.
“Kita ingin ada sinergi antara desa dan pemerintah supaya persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik, dan masyarakat kembali tenang,” ujarnya.
Heroaldi menegaskan bahwa hasil dari audiensi ini akan diteruskan ke pemerintah pusat, karena penetapan status kawasan bukan kewenangan kabupaten.
“Kalau kewenangannya di kabupaten, besok pun saya nyatakan itu dicabut. Tapi karena ini ranah pusat, kita siapkan langkah-langkah agar bisa dibahas bersama sampai tuntas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemkab Sambas juga tengah menyiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) yang selaras dengan ketentuan nasional, termasuk dalam Raperda Tata Ruang yang dapat direvisi setiap lima tahun.
“Kita semua paham bahwa kesejahteraan masyarakat adalah hal utama yang harus dilindungi dan diperjuangkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Heroaldi juga mengapresiasi tokoh adat, tokoh masyarakat, dan karang taruna yang berperan menjaga kondusivitas di tengah keresahan warga. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Tadi para tokoh masyarakat menyampaikan, mereka tidak ingin demo karena tidak ada hasilnya. Lebih baik kita duduk bersama, berdialog, dan mencari solusi yang tepat sesuai harapan bersama,” tutup Heroaldi.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













