Suaraindo.id — Universitas Citra Bangsa (UCB) menegaskan langkah transformasinya menuju kampus kesehatan terdepan di wilayah timur Indonesia melalui Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Diploma 3, Sarjana, dan Profesi Tahun Akademik 2024/2025. Acara yang dipimpin langsung oleh Rektor UCB, Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes, berlangsung di Hotel Harper Kupang, Kamis (4/12/2025).
Pada momen bersejarah ini, UCB meluluskan 504 wisudawan dari berbagai program studi—mulai dari arsitektur hingga profesi kesehatan—sehingga total alumni UCB kini mencapai 3.647 orang.
Dalam sambutannya, Rektor Frans Salesman menegaskan bahwa UCB terus berkomitmen menghasilkan tenaga profesional yang kompeten, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan—dua bidang yang sangat dibutuhkan di Provinsi NTT.
Ia menyoroti kebutuhan lebih dari 8.000 bidan berpendidikan D3 di NTT. Untuk menjawab situasi ini, UCB menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di NTT yang mendapat izin membuka Program Alih Kredit D3–S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan.
Untuk sektor pendidikan, UCB juga akan membuka Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) khusus Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Informatika pada tahun depan.
UCB semakin memperluas kiprahnya ke level internasional melalui pengembangan Pusat Studi Bahasa Asing (Jepang, Mandarin, Inggris) guna mempersiapkan lulusan bekerja di Jepang, Jerman, Italia, dan Australia.
Salah satu terobosan terbesar tahun ini adalah langkah strategis UCB dalam mendirikan Fakultas Kedokteran—menjadikannya kampus swasta pertama di NTT yang membuka fakultas tersebut.
Fakultas Kedokteran UCB akan dibimbing secara langsung oleh Universitas Airlangga Surabaya selama enam tahun hingga menghasilkan dokter lulusan UCB pertama.
Rektor menegaskan bahwa pembangunan fakultas ini merupakan bagian dari visi besar UCB untuk menjadi pusat pendidikan kesehatan unggul di kawasan timur Indonesia.
Dalam aspek sumber daya manusia, UCB mencatat perkembangan signifikan:
Memiliki 90 dosen, 19 dosen bergelar Doktor, 13 dosen sedang menyelesaikan S3 di dalam dan luar negeri, termasuk di Selandia Baru, Chile, dan Australia.
UCB menargetkan 30% dosen bergelar Doktor pada 2028, sesuai standar Kementerian Pendidikan.
Ketua Dewan Pembina Yayasan CBIM, Paul Liyanto, menyampaikan apresiasi dan menjamin dukungan penuh terhadap langkah besar UCB. Yayasan akan mengawal pembukaan berbagai program studi strategis baru, antara lain:
Program Studi Apoteker, Pendidikan Profesi Bidan, Fisioterapi, Kedokteran Gigi
Fakultas Kedokteran, Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan.
Paul menegaskan bahwa UCB harus masuk dalam lima besar kampus swasta terbaik di NTT, khususnya di bidang kesehatan, digital, dan vokasional.
Dalam pesannya, Paul Liyanto menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan yang menuntut integritas, karakter moral, kompetensi, dan profesionalisme tinggi. Ia berharap lulusan UCB menjadi agen perubahan dan siap menghadapi tantangan era digital.
Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, memuji perkembangan pesat UCB yang kini tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tetapi juga internasional, terutama melalui penempatan lulusan di Jepang dan negara lainnya.
Gubernur berpesan agar lulusan: kembali membangun desa, memanfaatkan peluang koperasi Merah Putih, dan
mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Ia juga mengajak UCB menjadi mitra strategis pemerintah dalam penanganan isu kesehatan masyarakat, termasuk edukasi pencegahan HIV/AIDS.
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa UCB 2025 menegaskan bahwa UCB berada di jalur yang tepat untuk menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia NTT. Melalui pendirian Fakultas Kedokteran, penguatan kualitas dosen, pengembangan prodi strategis, serta kerja sama internasional, UCB memantapkan diri sebagai kampus inovatif yang siap melahirkan generasi unggul dan berdaya saing global.
Selamat kepada 504 Wisudawan dan Wisudawati UCB 2025.
Semoga ilmu dan karakter yang dibentuk selama di UCB menjadi bekal untuk berkarya bagi NTT, Indonesia, dan dunia.













