Suaraindo.id – Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit K Yunianto mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya, agar tidak panik menyikapi antrean dan isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Legislator yang membidangi Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM), lingkungan hidup, dan investasi itu memastikan stok BBM di wilayah Kalimantan Tengah dalam kondisi aman setelah dirinya melakukan komunikasi intensif dengan pihak Pertamina Patra Niaga pusat di Jakarta maupun wilayah Kalimantan Tengah.
“Pertamina menjamin stok aman. Jadi masyarakat tidak perlu terpancing isu ataupun melakukan pembelian berlebihan,” tegas Sigit melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, memang terjadi lonjakan konsumsi BBM di Kalimantan Tengah sejak 5 Mei 2026. Khusus di Kota Palangka Raya, konsumsi harian yang biasanya berada di angka 170 kilo liter per hari meningkat menjadi sekitar 190 kilo liter per hari dalam tiga hari terakhir.
Sigit menjelaskan, lonjakan tersebut dipicu meningkatnya pembelian masyarakat yang menyebabkan antrean di sejumlah SPBU. Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan masih terkendali.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan, Pertamina telah menambah pasokan BBM menjadi 200 kilo liter per hari guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah.
“Tambahan suplai juga dibackup dari depo Kalimantan Selatan. Artinya, distribusi tetap berjalan dan stok tersedia,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak memperkeruh situasi dengan kepanikan yang justru dapat memicu penumpukan antrean dan mengganggu distribusi BBM di lapangan.
“Kalau masyarakat tetap tenang, distribusi berjalan normal. Tidak ada alasan untuk panic buying,” katanya.
Sigit menambahkan, Komisi XII DPR RI terus memantau perkembangan distribusi energi di Kalimantan Tengah dan memastikan Pertamina bergerak cepat menjaga stabilitas pasokan BBM bagi masyarakat. Ia menyebut tambahan stok 200 kilo liter dari Pertamina sebagian sedang dalam proses pendistribusian.
Sebelumnya, saat ditemui wartawan di Rumah Aspirasi Masyarakat, Jalan Nyai Undang, Kota Palangka Raya, Kamis (7/5/2026), Sigit mengaku telah melakukan pemantauan langsung di sejumlah SPBU di wilayah Kalimantan Tengah. Dalam kunjungan kerja tersebut, ia memang mendapati antrean panjang di beberapa SPBU.
“Hanya di beberapa SPBU saja, di antaranya seperti di Kota Palangka Raya. Tidak semua SPBU antreannya panjang. Kotawaringin Barat ada antrean sebagian dan Sampit masih lancar,” katanya.
Untuk wilayah Palangka Raya, Sigit kembali memastikan stok BBM masih aman. Ia menyebut Pertamina Patra Niaga tetap membuka distribusi dan menambah pasokan Pertamax hingga 200 KL per hari.
“Kami mohon masyarakat tidak panik. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga untuk tetap buka. Hari ini khususnya Pertamax dikirim 200 KL per hari untuk wilayah Palangka Raya, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau dan Barito Selatan. Dari 200 KL tersebut, 60 persen untuk Palangka Raya karena animo masyarakat terhadap Pertamax cukup tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga memastikan ketersediaan Pertalite untuk wilayah Palangka Raya, Gunung Mas, Pulang Pisau, Kapuas, dan Barito Selatan dalam kondisi aman dengan kebutuhan mencapai 427 KL per hari.
Sigit menegaskan dirinya terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina terkait peningkatan kebutuhan Pertamax yang melonjak tajam dalam tiga hari terakhir.
“Saya sudah melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga. Pihak Pertamina akan buka kerannya dari depo Pulang Pisau ditambah dari depo Kalimantan Selatan, jadi mohon bersabar untuk mengurai permasalahan yang sedang terjadi,” tandasnya.
Ia menduga lonjakan pembelian dipengaruhi isu atau informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Namun demikian, ia memastikan seluruh suplai BBM akan segera kembali normal.
“Semua suplai akan segera normal dan terpenuhi seperti biasa, jadi jangan panic buying,” pungkasnya.













