Suaraindo.id- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Barat menerima audiensi dan kunjungan dari Wahid Foundation beserta perwakilan komunitas pemuda lintas iman, Sabtu (27/6/2026) di Sekretariat FKUB Kalbar. (1).jpeg)
FKUB Kalbar dan wahid Faundation
Pertemuan yang berlangsung hangat ini membahas sinergi strategis terkait program ekoteologi—sebuah pendekatan yang memadukan keharmonisan antarumat beragama dengan pelestarian lingkungan hidup.
Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Siti Khalisah, menyampaikan lembaganya saat ini tengah fokus mengintegrasikan resolusi krisis iklim ke dalam diskursus kerukunan beragama. Melalui program Harmony in Action, Wahid Foundation memberikan dukungan kepada anak-anak muda untuk menciptakan inovasi sosial di lingkungan mereka.
"Anak-anak muda lintas iman ini secara prinsip sudah selesai dengan urusan toleransi. Kini tantangannya adalah memberikan ruang bagi mereka untuk melahirkan inovasi sosial yang lebih progresif. Oleh karena itu, kami ingin menghubungkan inisiatif pemuda ini dengan ekosistem kelembagaan yang sudah ada, salah satunya melalui kolaborasi dengan FKUB," ujar Khalisah.
Dalam pertemuan ini, Wahid Foundation turut didampingi oleh komunitas pemuda seperti SADAP (Satu Dalam Perbedaan) dan Gusdurian Pontianak serta dihadiri pula oleh beberapa orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Pontianak.
Perwakilan komunitas SADAP, Ilham, memaparkan keberhasilan program Temu Pemuda Lintas Iman (TP5) yang mengangkat tema refleksi ekoteologi. Kegiatan tersebut sangat inklusif dengan melibatkan perwakilan perempuan lintas agama serta kawan-kawan disabilitas (Tuli), yang pada puncaknya berhasil melahirkan sebuah karya buku digital (e-book). Rencananya, karya e-book ini akan dikembangkan menjadi buku fisik melalui kolaborasi penerbitan bersama Wahid Foundation dan FKUB Kalbar.
Menyambut baik inisiatif tersebut, Ketua FKUB Kalimantan Barat, Prof. Dr. Ibrahim, MA, memberikan apresiasi yang tinggi. Ia menegaskan bahwa misi menjaga kerukunan, baik antarmanusia maupun dengan alam, bukan sekadar tugas tokoh agama semata, melainkan tanggung jawab lintas generasi, terutama anak muda.
"Keragaman kitalah yang sesungguhnya membuat kita indah dan sempurna, bukan keseragaman. Kami di FKUB sangat terbuka dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi komunitas pemuda untuk berkolaborasi merawat kerukunan ini," tegas Prof. Ibrahim.
Lebih lanjut, jajaran pengurus FKUB Kalbar, termasuk Sekretaris H. Nur Sahid, Bendahara Sutadi, dan perwakilan pengurus lainnya memastikan bahwa komitmen organisasi untuk merawat kerukunan akan terus berjalan tanpa hambatan. Untuk mewadahi gagasan generasi muda, FKUB Kalbar telah menyiapkan kanal publikasi berupa situs web resmi serta ruang bincang podcast. Generasi muda dipersilakan berpartisipasi dan mengirimkan tulisan literasi kerukunan agar dapat diamplifikasi oleh tim pengelola media digital FKUB ke khalayak luas.
Dalam sesi diskusi, pengurus FKUB juga menanggapi aspirasi dari perwakilan Gusdurian Kalbar Andi Muhammad Muslim terkait pembelaan hak-hak kelompok minoritas dan rentan di masyarakat. FKUB Kalbar menegaskan kembali posisinya sebagai "rumah besar" bagi seluruh elemen umat beragama tanpa diskriminasi. Mengedepankan ruang dialog dan komunikasi lintas batas akan terus menjadi strategi utama FKUB demi menjaga Bumi Khatulistiwa tetap rukun, aman, dan damai. [tim]