Suaraindo.id – Bupati Landak Karolin Margret Natasa terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Landak. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengawal langsung usulan pembangunan Sekolah Rakyat, program prioritas pemerintah pusat yang diharapkan mampu menjadi solusi bagi rendahnya angka rata-rata lama sekolah di daerah tersebut.Angka Lama Sekolah Terhambat, Karolin Lobi Pusat Bangun Sekolah Rakyat di Landak.
Bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Karolin mendatangi Kantor Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (13/7/2026), untuk menyerahkan dokumen usulan sekaligus memastikan kesiapan Kabupaten Landak dalam mendukung realisasi program yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Menurut Karolin, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki arti penting bagi masa depan pendidikan di Landak. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang berisiko putus sekolah.
“Jadi kita berharap dengan adanya Sekolah Rakyat, angka lama sekolah di Kabupaten Landak bisa meningkat. Saat ini posisinya baru 7,5 tahun. Jadi IPM kita tidak naik-naik,” ujarnya saat audiensi.
Karolin menjelaskan, rata-rata lama sekolah yang masih berada di angka 7,5 tahun menjadi salah satu faktor yang memengaruhi laju peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Landak. Karena itu, pemerintah daerah memandang Sekolah Rakyat sebagai instrumen penting untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat daya saing generasi muda.
Sebagai bukti keseriusan, Pemerintah Kabupaten Landak telah menyiapkan lahan strategis di kawasan Kota Ngabang untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan tersebut sebelumnya berstatus hutan kota, namun telah melalui proses penyesuaian dan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Karolin memastikan pemerintah daerah juga siap melakukan pematangan lahan agar pembangunan fisik dapat segera dimulai begitu mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat.
Menariknya, kesiapan Landak tidak hanya sebatas penyediaan lahan. Pemkab Landak bahkan telah menyiapkan calon peserta didik yang nantinya akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat melalui Program Gerbang Asa, sebuah program yang fokus menjangkau anak-anak putus sekolah agar kembali mendapatkan hak pendidikan.
“Di Landak itu sekolahnya belum masuk usulan, belum dibangun, tapi calon siswanya sudah kami siapkan. Sekarang kami titip di asrama,” ungkap Karolin.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak ingin menunggu pembangunan selesai untuk mulai menyiapkan sumber daya manusianya. Program Gerbang Asa menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menekan angka putus sekolah dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Selain mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat, Karolin juga menyampaikan kebutuhan revitalisasi sejumlah sekolah di wilayah pedalaman yang kondisinya sudah memprihatinkan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bangunan sekolah milik Yayasan Katolik Santo Benediktus yang berdiri sejak tahun 1984.
Bangunan sekolah yang sebagian besar masih menggunakan konstruksi kayu tersebut dinilai sudah tidak lagi memadai untuk mendukung proses belajar mengajar yang optimal. Karena itu, Karolin berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan anggaran untuk rehabilitasi maupun pembangunan kembali fasilitas pendidikan tersebut.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama Karolin juga menyerahkan dokumen kesiapan lahan untuk pembangunan sekolah terintegrasi yang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan. Konsep ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan pendidikan sekaligus mempermudah akses belajar bagi masyarakat, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan sarana pendidikan.
Melalui berbagai terobosan tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak menunjukkan komitmen kuat menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah. Dengan dukungan pemerintah pusat, pembangunan Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah-sekolah tua, dan pengembangan kawasan pendidikan terpadu diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan IPM serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Landak untuk meraih masa depan yang lebih baik.[SK]