Suaraindo.id – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM KPI Universitas Hasanuddin menginisiasi pertemuan dengan platform pertanian digital Maxxi Tani sebagai langkah memperluas akses teknologi dan pendampingan usaha bagi petani binaan di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian cerdas melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat..jpeg)
PPK Ormawa UKM KPI Unhas Gandeng Maxxi Tani Perkuat Akses Teknologi bagi Petani di Bone
Dalam audiensi tersebut, tim yang dipimpin oleh Fadel Muhammad S. dan Aydil Fitra Mulya memaparkan perkembangan program "Mannennungeng: Smart Hydro Loop" yang saat ini sedang diimplementasikan di Desa Kajaolaliddong. Program tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi, efisiensi budidaya, serta penguatan kapasitas petani.
Fadel menjelaskan bahwa petani di desa binaan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan), kebutuhan pendampingan teknis, hingga minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha tani. Menurutnya, kolaborasi dengan Maxxi Tani diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan tersebut sekaligus menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.
Menanggapi pemaparan tersebut, perwakilan Maxxi Tani, Baharuddin, S.P., menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalin kerja sama dengan Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin. Ia menawarkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari penyediaan alsintan, pestisida, pendampingan teknis, hingga skema pembayaran setelah masa panen.
"Program ini memiliki prospek yang baik. Kami siap mendampingi petani secara menyeluruh, mulai dari persiapan hingga akhir masa tanam," ujar Baharuddin.
Fadel Muhammad S. menyambut positif komitmen tersebut. Ia menilai kemitraan dengan sektor swasta akan membuka peluang lebih besar bagi petani untuk mengakses inovasi pertanian yang selama ini belum mudah dijangkau.
Senada dengan itu, Aydil Fitra Mulya menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi organisasi dalam menghadirkan solusi nyata melalui program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Sementara itu, dosen pendamping PPK Ormawa, Muh. Adnan Kasogi, menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun sektor pertanian yang lebih mandiri, modern, dan berdaya saing.
Audiensi tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Program Mannennungeng: Smart Hydro Loop yang berfokus pada perluasan akses petani binaan terhadap teknologi, pendampingan, dan jaringan pasar.
Melalui kemitraan ini, diharapkan petani di Desa Kajaolaliddong mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian dalam mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. [kun/r]