Suaraindo.id – Kota Pontianak dan sekitarnya tengah menghadapi fenomena pasang surut yang mengkhawatirkan. Tingginya permukaan air Sungai Kapuas, yang mencapai hingga 2,7 meter, telah menyebabkan genangan di sejumlah wilayah rendah. Fenomena ini diperkirakan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dengan potensi ketinggian yang lebih besar pada 21-23 November 2024.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Raden Eko Sarjono, menyampaikan bahwa level air sudah melampaui batas normal pasang surut.
“Pada pukul 07:24 pagi tadi, tinggi air di Sungai Kapuas telah mencapai 2,6 meter, dan ini berpotensi memicu genangan di kawasan rawan,” ungkap Eko dalam pernyataannya, Selasa (19/11/2024).
Prediksi BMKG dan Imbauan untuk Warga
BMKG memperkirakan pasang surut ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 23 November sebelum mulai menurun secara bertahap. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rendah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca secara berkala dan segera mengamankan barang berharga di lokasi yang lebih tinggi agar tidak terkena dampak genangan,” tambah Eko.
Selain itu, fenomena pasang ini umumnya akan sedikit berkurang pada siang menjelang sore hari, memberikan jeda sementara bagi masyarakat yang terkena dampaknya.
Tindakan Mitigasi untuk Mengurangi Risiko
Pemerintah daerah bersama pihak terkait diimbau untuk meningkatkan koordinasi guna mengantisipasi dampak lebih lanjut. Langkah-langkah seperti memperkuat tanggul darurat, memastikan saluran air tetap lancar, serta memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak menjadi prioritas.
Masyarakat yang tinggal di tepi Sungai Kapuas juga diminta untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan naiknya air secara tiba-tiba. Bagi pengguna transportasi air, pengamatan terhadap kondisi alur sungai sangat penting untuk keselamatan navigasi.
Pantauan Terus Dilakukan
BMKG akan terus memantau perkembangan fenomena pasang surut di wilayah Pontianak dan sekitarnya. Informasi terkini terkait kondisi cuaca dan tinggi air dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.
Dengan langkah antisipasi yang baik, masyarakat diharapkan dapat mengurangi dampak dari fenomena alam ini, sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan bersama.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













