Suaraindo.id — Jabatan Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, kini berada di bawah sorotan tajam publik. Segudang persoalan krusial menanti untuk ditangani secara serius oleh pimpinan baru Polres Ketapang, mulai dari darurat narkoba, maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas subsidi, hingga fenomena sosial yang kian meresahkan seperti balap liar dan penggunaan knalpot brong yang nyaris tak tersentuh penegakan hukum.
Kondisi paling memprihatinkan saat ini terjadi di Kecamatan Air Upas, yang disebut-sebut berada dalam status darurat narkoba. Peredaran sabu dan ekstasi berlangsung terang-terangan, bahkan dilaporkan telah menyasar anak-anak usia sekolah dasar. Situasi ini menjadi alarm keras bagi masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Tak berhenti di situ, PETI yang menjamur di berbagai kecamatan menjadi ancaman ganda: melanggar hukum sekaligus merusak lingkungan secara masif. Aktivitas ini juga mencemari sumber air bersih yang menjadi kebutuhan pokok warga.
Di sisi lain, mafia BBM dan gas subsidi semakin tak terkendali. Mereka diduga menjadi biang kelangkaan serta penyimpangan distribusi BBM bersubsidi. Modus operandi yang sistematis dan rapi membuat mereka sulit disentuh hukum, memicu keresahan luas di masyarakat.
Daftar masalah yang menumpuk juga mencakup kasus pencabulan terhadap perempuan dan anak, praktik illegal logging yang menggerogoti hutan Ketapang, hingga kasus tabrak lari di depan Kantor Bupati Ketapang yang hingga kini belum terungkap. Publik menuntut kejelasan dan keadilan, sebagai tolok ukur keseriusan aparat dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Tidak kalah disorot, maraknya balap liar dan penggunaan knalpot brong di sejumlah ruas jalan utama Ketapang. Aktivitas ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan, tetapi juga menimbulkan polusi suara yang meresahkan. Ironisnya, hingga kini belum ada langkah penertiban maupun tindakan tegas dari Satlantas Polres Ketapang, sehingga menimbulkan kesan pembiaran.
“Ketapang tidak boleh terus dibiarkan dalam ketakutan dan ketidaknyamanan. Kami butuh pemimpin kepolisian yang berani, tegas, dan berpihak pada rakyat,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi sorotan tersebut, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat, terutama dalam memerangi narkoba.
“Polres Ketapang, khususnya melalui Satuan Reserse Narkoba, berkomitmen penuh mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika di seluruh wilayah hukum Kabupaten Ketapang, termasuk di Kecamatan Air Upas yang baru-baru ini ramai diberitakan sebagai daerah maraknya peredaran narkoba. Sejumlah langkah preventif dan represif telah kami lakukan secara berkesinambungan untuk menekan peredaran narkoba,” tegas Harris dalam keterangan pers di Mapolres Ketapang, Jumat (8/8/2025) pukul 13.30 WIB.
Kini, semua mata tertuju pada gebrakan awal sang Kapolres baru. Publik menanti langkah nyata yang bukan hanya sebatas retorika, melainkan tindakan tegas, cepat, dan tuntas demi mengembalikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat Ketapang.













