Sekilas Info

Trending Topik

Trending Bisnis: Direktur Garuda Dicopot Hingga Erick Thohir Usul Soal Ulama NU

Menteri BUMN Erick Thohir memberi sambutan dalam acara Tempo Energy Day 2020 yang berlangsung secara virtual, Kamis, 22 Oktober.

Suaraindo.id- Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Jumat, 20 November 2020, dimulai dari permintaan Menteri BUMN Erick Thohir agar 22 masjid di perusahaan pelat merah diisi ceramah dari ulama NU dan perkiraan Bill Gates soal tren perjalanan bisnis pada tahun 2021.

Selain itu ada juga berita tentang dicopotnya Direktur Garuda Indonesia Fuad Rizal, pencairan subsidi gaji dan Hyundai Grup yang dipastikan bakal jadi investor asing pertama dan membangun industri di Kawasan Industri Batang.

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. Erick Thohir Minta 22 Masjid di Perusahaan BUMN Diisi Ceramah Ulama NU

Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir akan menggandeng ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadi khatib dan imam ibadah salat Jumat di 22 masjid perusahaan pelat merah di Jakarta dan Tangerang. Erick telah bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Kami melibatkan peran aktif NU agar Islam ramah ala NU dapat mewarnai pemahaman keagamaan di lingkungan seluruh BUMN," ujar Erick Thohir dalam keterangannya, Jumat, 20 November 2020.

Dari 22 masjid yang akan mendatangkan ulama NU, tujuh di antaranya berada di Jakarta Pusat, sembilan di Jakarta Timur, empat di Jakarta Selatan, satu di Jakarta Utara, dan satu lainnya di Tangerang. Semua masjid terdapat di 17 perusahaan pelat merah.

Baca selengkapnya mengenai BUMN di sini.

2. Usai Pandemi, Bill Gates Prediksi 30 Persen Pekerjaan Tak Lagi Ngantor

Miliarder Bill Gates memperkirakan sebesar 50 persen perjalanan bisnis akan hilang usai pandemi. Menurut Gates, salah satu perubahan terbesar dalam cara berbisnis karena pandemi kali ini, berkaitan dengan perjalanan terkait pekerjaan.

"Prediksi saya adalah bahwa lebih dari 50 persen perjalanan bisnis dan lebih dari 30 persen work from office akan hilang," kata Gates dilansir dari Bussiness Insider, Jumat 20 November 2020.

Gates mengatakan jenis perjalanan bisnis untuk meeting secara langsung tidak akan menjadi 'standar emas' lagi. Ia memperkirakan sebagian besar perusahaan akan memiliki 'ambang batas yang sangat tinggi. untuk melakukan jenis perjalanan bisnis tersebut.

Simak selengkapnya mengenai Bill Gates di sini.

3. Ini Penyebab Fuad Rizal Dicopot dari Jabatan Direktur Keuangan Garuda

Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Triawan Munaf mengemukakan alasan pencopotan Fuad Rizal sebagai direktur keuangan perseroan. Triawan mengatakan keputusan itu merupakan permintaan dari pemegang saham.

“Permintaan dari pemegang saham Seri-A Dwiwarna diwakili oleh Menteri BUMN,” ujar Triawan kepada Tempo, Jumat, 20 November 2020.

Pencopotan Rizal diputuskan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pagi ini.  Fuad digantikan oleh Corporate Advisor Garuda, Prasetio. Adapun Fuad belum merespons pesan Tempo terkait pencopotan ini.

Baca selengkapnya mengenai Garuda di sini.

4. Subsidi Gaji untuk 2,44 Juta Pekerja Termin II Sebesar Rp 2,93 T Sudah Cair

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebutkan pihaknya telah menyalurkan subsidi gaji termin kedua untuk periode November-Desember 2020 bagi para 2,44 juta pekerja yang masuk dalam tahap IV.

"Bantuan subsidi gaji batch IV untuk termin kedua ini kepada 2,44 juta pekerja dengan anggaran yang disalurkan mencapai Rp 2,93 triliun," kata Ida dalam keterangan pers, Jumat, 20 November 2020.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), menurut Ida, telah memproses dana subsidi gaji tersebut kepada bank penyalur, untuk selanjutnya ditransfer ke rekening penerima baik Himbara maupun yang bukan Himbara.

Simak selengkapnya mengenai subsidi gaji di sini.

5. Hyundai Grup Dipastikan jadi Investor Asing Pertama di Kawasan Industri Batang

Bupati Batang Wihaji menyatakan Hyundai Grup asal Korea Selatan bakal menjadi investor asing pertama yang akan siap membangun pabrik di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

"Hyundai Grup menjadi investor pertama yang akan melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama," ujar Wihaji, Jumat, 20 November 2020. "Kami masih menunggu jadwal kedatangan Kepala BKPM bersama Presiden Jokowi untuk melakukan ground breaking yang direncanakan Desember 2020."

Wihaji menjelaskan, saat ini pihak konsorsium KIT dan Pemkab Batang terus mengejar penyelesaian persiapan lahan tahap pertama seluas 450 hektare yang dipersiapkan untuk lahan industri. Hyundai Grup nantinya akan membangun industri yang bergerak di berbagai bidang antara lain industri kaca, baterai, serta tekstil.

Penulis: Teras
Editor: Heny

Baca Juga