Polsek Sembalun Batasi Pengunjung, Wisatawan Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

  • Bagikan

Suaraindo.id—- Untuk mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19, Polsek Sembalun Kabupaten Lombok Timur membatasi pengunjung, dan mengharuskan wisatawan menunjukkan kartu vaksin.

Penyekatan lokasi wisata sebagai bentuk komitmen Pomsek Sembalun, agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Lombok Timur khususnya pada obyek wisata.

Kapoksek Sembalun IPTU Lalu Panca Warsa mengatakan, Lombok Timur telah menerbitkan Surat Edaran tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegitan Masyarakat (PPKM) Darurat Imbangan, sebagai langkah Pemerintah menekan dan mencegah Varian baru Delta Covid-19.

Penyekatan di pusuk Sembalun sudah berlangsung lima hari, hingga setelah Lebaran Idul Adha. Yang menjadi fokus utama dalam penyekatan ini, setiap wisatawan yang datang ke sembalun wajib menunjukkan bukti vaksin. Jika tidak memiliki, maka harus pitar arah atau tidak diberikan izin menuju Sembalun.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, pada hari minggu menjadi target Poksek bersama Koramil Sembalun, karena pada hari Sabtu dan Minggu, sembalun banyak dikunjungi wisatawan sehingga barus di antisipasi kedatangan masyarakat luar Sembalun.

Penyekatan di lakukan pada dua titik, diantaranya Pusuk Sembalun dan Perbatasan Lombok Timur – Lombok Utara, tepatnya di Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun.

Pada masa PPKM Darurat Imbangan ini, semua pengunjung di Antisipasi. “Kita tidak ingin Sembalun kecolongan menjadi Daerah Terpapar,” ujar Kapolsek Sembalun.

Selama penerapan PPKM Darurat Imbangan ini juga, tidak hanya wisatawan target pemeriksaan, namun juga masyarakat Lokal. Termasuk pelaku wisata, Pendaki, hingga Pasar tradisional di Sembalun.

Bagi pelaku wisata Sembalun sudah mengikuti Vaksinasi, sehingga Polek hanya mengajak pelaku wisata untuk mendorong wisatawan agar taat protokol Kesehatan.

Untuk memberikan motivasi terhadap semua anggota, Polsek dan Koramil langsung turun ke obyek obyek penyekatan.

Penulis: NanangEditor: Redaksi
  • Bagikan