Penambang Klotok Akui Pendapatan Meningkat Jelang Nataru

  • Bagikan
Situasi dermaga penyeberangan Sekadau - Seberang Kapuas dan Madya kian meningkat. Selasa (06/12/2022), Acil/SUARAINDO.ID

Suaraindo.id – Memasuki Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, aktivitas masyarakat di Dermaga Penyebrangan Sekadau-Seberang Kapuas dan Madya kian meningkat. Dan membuat faktor pendapatan para penambang klotok terus meingkat dari sebelumnya.

Akibat ramainya penumpang banyak yang mulai antre sehingga terjadi peningkatan. Dimana pada hari-hari sebelumnya masih terbilang normal.

Satu diantara Penambang Klotok yang ada di Steher Sekadau, Santo, mengatakan aktivitas tersebut mulai meningkat sejak memasuki awal bulan Desember.

“Dalam beberapa hari ini, penumpang bisa puluhan, dimana sebelumnya sepi dan tidak seramai ini,” katanya, Selasa (06/12/2022).

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Koperasi Unit Desa (KUD) Mitra Sarana Kapuas Jaya, Syafrani HM mengatakan, jika aktivitas masyarakat di steher dermaga penyebrangan Sekadau-Seberang Kapuas dan Madya setiap tahunnya akan cenderung meningkat menjelang Nataru.

“Jumlah penumpang yang bolak balik itu memang sangat ramai, tapi aman tertib dan lancar. Sampai hari ini alhamdulilah belum pernahlah namanya terdapat hal-hal yang sangat sangat fatal,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, Steher Dermaga Penyebrangan Sekadau-Seberang Kapuas dan Madya merupakan penyebrangan khusus masyarakat yang ingin berpergian. Barang dan motor masih bisa dibawa, sedangkan angkutan mobil saat ini belum tersedia. Dan terdapat 80 kapal yang terdaftar beroperasi di Dinas Perhubungan.

“Tapi tidak semuanya beroperasi palingan hanya 40, cuma sebagian kecuali hari raya besar. Karena kalau hari biasa sebagian mereka kerja sawit dan ada juga yang terbagi beroperasi di dermaga lainnya,” jelasnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap cuaca yang masih cukup ekstrim di Kabupaten Sekadau agar tetap berhati-hati dalam melakukan penyebrangan.

“Mengingat sungai Kapuas kalau angin gelombang agak besar kalau cuaca jelek kita biasanya memberi himbauan agar sebaiknya jangan untuk menyebrang,” harapnya.

Penumpang dikenakan tarif sebesar Rp 5 ribu per orang, sedangkan angkutan motor biasanya dikenakan tarif sebesar Rp 20 ribu per unit.

  • Bagikan