Suaraindo.id – Sebanyak 152 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalimantan Barat memulai tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang berlangsung pada 20–25 November 2024. Tahapan ini menjadi kunci penentuan kelulusan dalam seleksi CPNS Kemenkumham.
Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar, Hajrianor, menyatakan bahwa SKB dirancang untuk mengukur kompetensi teknis dan kesiapan peserta sebagai aparatur sipil negara yang berkualitas.
“Tes yang dilakukan meliputi tes kesehatan, pengamatan fisik, psikotes, wawancara, simulasi situasi, serta tes kemampuan khusus sesuai jabatan yang dilamar, seperti hukum pidana, administrasi, atau regulasi lainnya,” ujar Hajrianor, Rabu (20/11).
Rangkaian Tes SKB
Tahapan SKB dimulai dengan sistematis, dimulai dari:
- Registrasi Kehadiran
- Penitipan Barang dan Pemeriksaan Badan
- Tes Kesehatan – untuk memastikan peserta memiliki kondisi fisik yang memadai.
- Psikotes – menguji logika, analisis, daya ingat, dan keterampilan interpersonal.
Pada hari pertama, tes kesehatan diikuti oleh 152 peserta yang terbagi dalam dua sesi, masing-masing berisi 76 peserta. Tes psikotes dilaksanakan dalam empat sesi dengan jumlah peserta 38 orang per sesi.
Tahapan selanjutnya adalah wawancara untuk menggali pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, serta pandangan peserta terhadap isu-isu terkini di bidang hukum dan pemerintahan. Selain itu, simulasi situasi dilakukan untuk menguji kemampuan peserta dalam menghadapi tantangan pekerjaan yang mungkin dihadapi.
Komitmen Transparansi dan Kualitas
Hajrianor menegaskan bahwa pelaksanaan SKB dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Kami berkomitmen memastikan proses seleksi berjalan lancar agar menghasilkan aparatur yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung tugas Kemenkumham,” tambahnya.
Tahapan SKB memiliki bobot penilaian 60 persen dari total seleksi, sementara nilai SKD menyumbang 40 persen. Oleh karena itu, hasil SKB sangat menentukan kelulusan peserta.
“Kami berharap seleksi ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan CPNS yang tidak hanya memenuhi syarat teknis, tetapi juga memiliki kemampuan dan semangat untuk mendukung kemajuan Kemenkumham di masa depan,” tutup Hajrianor.
Harapan Masa Depan
Dengan seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan CPNS yang terpilih mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi dan mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Kemenkumham, sekaligus berkontribusi pada kemajuan pelayanan publik di bidang hukum dan pemerintahan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













