PT Pupuk Kujang Siapkan Produksi Pupuk NPK Nitrat, Targetkan Kurangi Impor Nasional

  • Bagikan
Direktur Utama (Dirut) Pupuk Kujang Maryono. SUARAKALBAR.CO.ID

Suaraindo.id – PT Pupuk Kujang mengambil langkah strategis dengan memulai uji coba produksi pupuk jenis baru, NPK Nitrat. Upaya ini dilakukan sebagai persiapan pembangunan pabrik khusus yang direncanakan mulai dibangun pada akhir 2025.

Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Maryono, menjelaskan bahwa pupuk NPK Nitrat memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pertanian hortikultura di Indonesia. Pupuk ini cocok diaplikasikan pada tanaman seperti cabai, tomat, dan kentang.

“Riset ini sebagai persiapan menatap pembuatan pabrik NPK Nitrat. Sehingga, saat pabrik mulai operasi, kita bisa menghasilkan produk yang berkualitas baik,” ujar Maryono, dikutip dari ANTARA.

Menurut Maryono, kebutuhan pupuk NPK Nitrat nasional saat ini mencapai sekitar 500 ribu ton per tahun. Namun, sebagian besar pasokan masih bergantung pada impor dari Eropa dan China. Dengan kapasitas produksi pabrik baru yang diproyeksikan mencapai 100 ribu ton per tahun, Pupuk Kujang berambisi mengurangi ketergantungan pada impor secara signifikan.

“Potensi pupuk NPK Nitrat ini sangat strategis karena masih belum banyak diproduksi di dalam negeri. Langkah ini diharapkan bisa memenuhi sebagian kebutuhan nasional dan mendukung kemandirian sektor pertanian,” jelasnya.

Sebagai persiapan, tim riset Pupuk Kujang tengah melakukan serangkaian uji coba di lahan percobaan perusahaan. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan produk yang dihasilkan pabrik nanti memiliki kualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan petani.

“Pengujian ini penting agar saat pabrik mulai beroperasi, kami siap memproduksi pupuk yang optimal untuk mendukung pertanian hortikultura,” tambah Maryono.

Pabrik NPK Nitrat yang direncanakan mulai dibangun akhir tahun 2025 akan menjadi tonggak penting bagi Pupuk Kujang dalam memperluas portofolio produknya. Dengan target kapasitas 100 ribu ton per tahun, pabrik ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan domestik sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam sektor agribisnis.

Maryono menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan menyediakan pupuk berkualitas tinggi dan berorientasi pada kebutuhan petani lokal.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan solusi bagi petani Indonesia. Pembangunan pabrik ini adalah bukti nyata dari dedikasi kami,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan