suaraindo.id — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, mengunjungi kegiatan belajar anak-anak di Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia yang berlokasi di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (2/5).
Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia merupakan inisiatif pendidikan nonformal yang telah berjalan selama lima tahun. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk anak-anak pemulung di sekitar wilayah tersebut. Saat ini, kegiatan belajar telah menempati lokasi ke-9 setelah sebelumnya berpindah-pindah, mulai dari area penampungan sampah, lapangan terbuka, hingga rumah warga.
Para pendiri yayasan, Linda dan Agnes, mengungkapkan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk terus belajar.
“Rumah Hebat Anak Indonesia ini sudah berjalan lima tahun. Kami selalu berpindah-pindah tempat. Anak-anak sering bertanya apakah mereka masih bisa belajar. Ke mana pun kami pindah, mereka ingin tetap ikut belajar,” ujar keduanya.
Sebanyak 38 anak usia 4 hingga 12 tahun mengikuti kegiatan belajar secara gratis di tempat ini. Materi yang diajarkan meliputi kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung (calistung), serta berbagai kegiatan kreatif untuk mengembangkan potensi anak.
Kegiatan belajar ini didukung oleh tujuh relawan pengajar lintas agama, terdiri dari satu Muslim dan enam Kristen, yang mengajar secara sukarela tanpa bayaran. Selain pendidikan, anak-anak juga mendapatkan makan gratis setiap hari belajar. Dukungan masyarakat sekitar, terutama para orang tua siswa, turut menjadi penopang utama keberlangsungan program ini, termasuk dalam penyediaan kebutuhan dasar seperti obat-obatan sederhana.
Dalam kesempatan tersebut, para pengelola menyampaikan harapan dan doa atas kunjungan tersebut. Mereka berharap perhatian terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu dapat terus berlanjut.
Sementara itu, Gugun Gumilar menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pendiri dan relawan. Ia menilai, inisiatif tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan toleransi lintas iman dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ini adalah ketulusan yang luar biasa. Pendirinya seorang Kristen, murid-muridnya mayoritas Muslim, dan para pengajarnya berasal dari latar belakang berbeda. Semua bersatu untuk satu tujuan, yaitu memberikan pendidikan tanpa melihat perbedaan. Ini nilai yang sangat mulia,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
“Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan adalah kunci masa depan,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gugun menyatakan komitmennya untuk turut membina serta memberikan akses beasiswa bagi anak-anak di Rumah Hebat Anak Indonesia.
Mengakhiri kunjungannya, ia berpesan kepada anak-anak agar terus semangat belajar dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita.
“Teruslah belajar, tetap sederhana, dan gapai cita-cita setinggi-tingginya. Banggakan orang tua kalian,” pesannya.













