Suaraindo.id – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Dusun Tekam, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, dengan fasih menyampaikan public speaking dalam bahasa Inggris. Sementara itu, santri yang berada di sebelahnya dengan lancar berbicara dalam bahasa Arab.
Momen tersebut terjadi dalam acara Ikhtibar ke-20 yang digelar Ponpes Bahrul Ulum pada Sabtu (22/2/2025) malam. Acara ini menjadi ajang unjuk kemampuan para santri dalam berbagai bidang, termasuk bahasa asing yang menjadi salah satu keunggulan pondok pesantren tersebut.
Ponpes Bahrul Ulum, yang terletak di kawasan yang didominasi hutan, telah menjadi rumah bagi ratusan santri yang datang untuk menimba ilmu. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Mempawah, tetapi juga dari daerah lain seperti Pontianak hingga Sintang.
Menurut pengasuh pondok, Kyai Muhaimin H. Salam, pesantren ini memiliki jenjang pendidikan mulai dari PAUD, MI, MTs, hingga SMK, serta program Madrasah Diniyah. Bahasa Inggris diajarkan sejak jenjang MI hingga SMK sebagai bagian dari kurikulum yang bertujuan membekali santri dengan kemampuan bahasa asing.
“Misi kami adalah mencetak lulusan yang dapat meneruskan ajaran Rasulullah SAW,” ujar Kyai Muhaimin. “Kami terus berusaha membangun pondok pesantren yang representatif bagi santriwan dan santriwati, karena ada juga yang jauh-jauh mondok ke sini seperti dari Pontianak, Sintang, dan Kubu Raya agar dapat menimba ilmu dengan betah.”
Selama dua dekade berdiri, Ponpes Bahrul Ulum telah menorehkan banyak prestasi, terutama di bidang sains seperti biologi, kimia, dan fisika. Beberapa kali santri dari pondok ini mewakili Kabupaten Mempawah dan berhasil meraih juara di tingkat provinsi. Selain itu, program tahfidz juga menunjukkan prestasi gemilang dengan santri yang meraih gelar juara di Pasuruan, Jawa Timur.
Kyai Muhaimin juga menyampaikan apresiasi kepada para wali santri dan masyarakat Kabupaten Mempawah yang terus mendukung pendidikan agama. “Alhamdulillah, dengan dukungan dari ratusan wali santri, kegiatan belajar mengajar di sini dapat terus berkembang. Terima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap pendidikan agama,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan agama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin berat. Di tengah derasnya arus informasi, baik positif maupun negatif, santri harus memiliki penyeimbang dalam kehidupannya.
“Dengan dibekali pendidikan agama, insyaallah mereka akan memiliki pegangan dalam menjalani kehidupan,” imbuhnya.
Acara Ikhtibar ke-20 ini menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Bahrul Ulum terus berkembang, tidak hanya dalam pendidikan agama tetapi juga dalam bidang akademik dan bahasa asing. Harapannya, para santri yang menimba ilmu di sini dapat menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













