Sauaraindo.id – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang tengah berlangsung hingga 31 Oktober 2025.
Norsan menegaskan, SPI yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan instrumen penting dalam mengukur tingkat integritas sekaligus memetakan potensi risiko korupsi di instansi pemerintah.
“Survei itu menjadi instrumen penting dalam menilai tingkat integritas serta potensi risiko korupsi di instansi pemerintah, jadi jangan diabaikan dan segera diisi dengan sebaik-baiknya,” tegasnya, Minggu (28/9/2025).
Ia menekankan agar setiap ASN mengisi survei dengan jujur, lengkap, dan cermat. Menurutnya, partisipasi penuh ASN akan menjadi cermin keseriusan Pemprov Kalbar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Saya minta seluruh ASN Pemprov Kalbar harus segera mengisi survei SPI KPK, jangan abai. Survei tersebut sebagai cermin integritas kita. Kalau diisi asal-asalan, sama saja kita tidak serius dalam membangun pemerintahan yang bersih,” ujarnya.
Norsan menambahkan, hasil survei akan menjadi bahan evaluasi penting dalam memperbaiki sistem tata kelola sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan korupsi di Kalbar.
“Integritas bukan hanya slogan. Dengan SPI ini, KPK bisa melihat sejauh mana komitmen kita. Saya ingin Kalbar tampil sebagai provinsi yang serius, transparan, dan berkomitmen melawan praktik korupsi. Jadi saya minta seluruh ASN jangan sampai ada yang lalai,” tegasnya.
Ia berharap partisipasi penuh ASN Pemprov Kalbar dalam SPI mampu memperkuat kepercayaan publik, sekaligus mempercepat terwujudnya birokrasi yang profesional dan berintegritas tinggi di Kalimantan Barat.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













