Suaraindo.id – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya kasus stunting pada tahun ini. Salah satu langkah strategis yang kembali ditekankan adalah optimalisasi program makan bergizi gratis yang menyasar kelompok rentan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak.
Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menegaskan bahwa penyaluran makanan bergizi harus benar-benar tepat sasaran agar berdampak langsung dalam menekan lonjakan stunting yang kembali muncul di sejumlah wilayah.
“Pemerintah daerah saat ini tengah mempersiapkan program makan bergizi dalam skema 3T. Daerah 3T merujuk pada wilayah yang menghadapi keterbatasan pembangunan—baik infrastruktur, layanan dasar, maupun kesejahteraan masyarakat,” ujar Sukiryanto, Selasa (25/11/2025) siang.
Ia menambahkan bahwa kelompok rentan di daerah terpencil membutuhkan perhatian khusus karena risiko kekurangan gizi jauh lebih besar dibandingkan wilayah perkotaan.
Sukiryanto menegaskan bahwa penguatan kapasitas posyandu menjadi pilar utama dalam menekan angka stunting. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah melakukan pembinaan di lebih dari 511 posyandu yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Desa-desa terpencil masih membutuhkan dukungan besar, baik dalam penyediaan dapur sehat maupun fasilitas posyandu yang layak. Pembinaannya harus setara dengan desa-desa di wilayah perkotaan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar penanganan stunting dapat dilakukan secara komprehensif.
Kepala DPMD Kubu Raya Jakariansyah menjelaskan bahwa desa-desa kategori 3T harus memperoleh penguatan yang sama seperti desa non-3T. Ia menilai, wilayah terisolasi dengan keterbatasan akses justru membutuhkan kerja keras ekstra dari seluruh perangkat desa.
“Kita meminta pemerintah desa, meskipun jauh, tetap melakukan pengayoman dan memastikan program berjalan. Ini yang harus diformulasikan teman-teman di desa, sehingga semua warga bisa terlayani dengan maksimal,” ujarnya.
Menurut Jakariansyah, keberhasilan menekan stunting bergantung pada pelayanan posyandu yang aktif, serta kemampuan desa memastikan seluruh kelompok rentan terjangkau oleh program makan bergizi gratis.
Dengan memperkuat posyandu, memastikan pemerataan program makan bergizi, dan memberi perhatian khusus pada desa-desa 3T, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap lonjakan kasus stunting dapat segera ditekan.
“Upaya kolaboratif antara pemerintah kabupaten, desa, dan kader posyandu diharapkan mampu menyelamatkan generasi Kubu Raya dari ancaman stunting yang terus membayangi,” pungkas Jakariansyah.
Program ini menjadi salah satu prioritas utama untuk memastikan anak-anak Kubu Raya tumbuh sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS














