Suaraindo.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang menyelenggarakan Retreat Perdana Kepala Desa Terpilih Tahun 2025, sebuah program pembinaan dan penguatan kapasitas kepemimpinan desa yang berlangsung selama tiga hari di Kompi Senapan C, Yonif 643/WNS. Kegiatan ini menjadi langkah terobosan Pemda Ketapang dalam menciptakan pola pembinaan kepala desa yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Retreat yang digelar pasca-Pilkades Serentak 2025 ini menjadi istimewa, sebab dinilai sebagai yang pertama di Kalimantan Barat dan berpotensi menjadi model pembinaan kepala desa di tingkat regional.
Sebanyak 42 dari 43 kepala desa hadir dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari 41 kepala desa terpilih hasil Pilkades 2025 dan dua kepala desa tambahan. Satu peserta berhalangan hadir, yakni Kepala Desa Teluk Bayur, Kecamatan Sei Laur.
Pada hari pertama, saya hadir sebagai narasumber utama dan menyampaikan materi strategis terkait peran kepala desa dalam sistem pemerintahan nasional, nilai dasar integritas kepemimpinan, dan strategi pembangunan desa untuk menghadapi tantangan 2025–2033. Penguatan kapasitas ini menjadi penting mengingat masa jabatan kepala desa kini berlangsung selama delapan tahun.
Dalam penyampaian materi, saya menegaskan bahwa kepala desa adalah pilar utama keberhasilan layanan publik dan motor penggerak pembangunan daerah.
“Ketika kepala desa memimpin dengan integritas, visi yang jelas, dan semangat melayani masyarakat, maka desa akan berkembang, masyarakat menjadi lebih sejahtera, dan Ketapang akan semakin kuat,” tegas Bupati.
Bupati Ketapang turut memberikan arahan dan menekankan pentingnya sinergi pembangunan antara pemerintah desa dan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa desa adalah fondasi pembangunan daerah.
“Saya berharap retreat ini benar-benar memperkuat komitmen para kepala desa untuk bekerja jujur, transparan, dan berintegritas. Masa jabatan delapan tahun harus dimanfaatkan untuk meninggalkan legacy, bukan sekadar melaksanakan rutinitas,” ujar Bupati.
Bupati juga menambahkan bahwa Pemda akan terus mendukung peningkatan kapasitas desa melalui berbagai program strategis.
“Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen untuk memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pelayanan dasar. Kepala desa harus menjadi pemimpin yang menyatukan masyarakat, bukan memecah. Jika desa maju, maka Ketapang akan maju bersama,” tegasnya.
Materi Strategis Selama Tiga Hari Pelaksanaan
Retreat ini menghadirkan sejumlah materi komprehensif, meliputi: Pembentukan mental dan karakter kepemimpinan, Administrasi dan layanan dasar desa, Tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel, Digitalisasi layanan publik dan penguatan sistem data desa, Peningkatan infrastruktur, ekonomi lokal, kesehatan, dan ketahanan pangan, Penguatan nilai sosial, budaya, serta kearifan lokal
Pemahaman strategis terkait tugas, wewenang, dan tanggung jawab selama delapan tahun masa jabatan
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang refleksi dan penyelarasan visi bersama. Para kepala desa didorong untuk memahami peran mereka sebagai pelayan publik yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kemajuan masyarakat.
Saya menutup sesi materi hari pertama dengan pesan tegas:
“Kita hadir bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai pelayan masyarakat. Mari membangun Ketapang dimulai dari desa.”
Retreat Perdana Kepala Desa Terpilih 2025 menjadi langkah awal Pemda Ketapang dalam memperkuat desa sebagai fondasi pembangunan daerah. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap tercipta pemimpin desa yang berintegritas, profesional, dan mampu menggerakkan pembangunan berkeadilan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah menuju Ketapang Maju dan Mandiri melalui Pembangunan Berkeadilan.













