Ngabuburit Kreatif, Komunitas Imagirupa Pontianak Gelar “Sketsa Bukber” Bertema Kuliner

  • Bagikan
Para peserta Sketsa Bukber sedang menggambar ilustrasi makanan. SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Beragam cara dilakukan masyarakat untuk mengisi waktu ngabuburit selama bulan Ramadhan. Jika umumnya diisi dengan jalan santai atau berburu takjil, puluhan anak muda di Pontianak memilih menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa dengan kegiatan seni menggambar.

Komunitas seni Imagirupa menggelar kegiatan bertajuk Sketsa Bukber dengan tema ilustrasi kuliner di Coffeeshop Bertemoe, Sabtu (22/2/2026). Kegiatan diawali dengan sesi menggambar berbagai jenis makanan, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama anggota komunitas.

Ketua Komunitas Imagirupa, Nauval, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin komunitas yang biasanya dikenal dengan nama “Sketsa Sore”. Namun khusus di bulan Ramadhan, konsep kegiatan disesuaikan menjadi ngabuburit kreatif sambil menunggu waktu berbuka.

“Kita mengadakan kegiatan menggambar bareng seperti kegiatan kita pada umumnya, cuma karena ini bulan puasa dan kita juga ngabuburit di sini, jadi kegiatannya kita namakan Sketsa Bukber dengan tema food illustration,” ujarnya.

Menurut Nauval, tema ilustrasi makanan dipilih agar suasana ngabuburit terasa lebih menarik sekaligus menambah semangat peserta menjelang waktu berbuka puasa.

“Pemilihan tema makanan agar kita semua tidak sabar menunggu waktu berbuka puasa,” katanya sambil tersenyum.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan komunitas Imagirupa bersifat terbuka untuk umum sehingga siapa saja dapat bergabung tanpa batasan latar belakang.

“Kegiatan kita terbuka untuk umum, kita inklusif, siapa saja bisa ikut,” tambahnya.

Salah satu peserta, Ozi, mengaku mengikuti kegiatan Sketsa Bukber untuk mengisi waktu ngabuburit sekaligus menyalurkan minatnya dalam menggambar ilustrasi makanan.

Ia mengatakan dalam kegiatan tersebut dirinya menggambar dua makanan tradisional, yakni gethuk dan es pisang ijo yang menurutnya merupakan hidangan penutup yang banyak disukai masyarakat.

“Akhir-akhir ini aku memang lagi suka menggambar makanan, jadi di sini aku menggambar dua makanan tradisional, yaitu gethuk dan es pisang ijo,” ujarnya.

Selain sebagai sarana menyalurkan hobi, Ozi menilai kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperluas relasi dengan sesama pecinta seni di Pontianak.

Ia berharap kegiatan kreatif seperti Sketsa Bukber dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak anak muda yang memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan minat di bidang seni rupa.

Melalui kegiatan ngabuburit kreatif tersebut, komunitas Imagirupa menunjukkan bahwa menunggu waktu berbuka puasa tidak hanya bisa diisi dengan aktivitas santai, tetapi juga dapat menjadi ruang berkarya sekaligus mempererat kebersamaan antar pecinta seni di Kota Pontianak.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
  • Bagikan