Respons Cepat Jadi Kunci, Dirut Tirta Musi: Keluhan Pelanggan Harus Ditangani Maksimal Tiga Hari
Suaraindo.id – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih, Perumda Tirta Musi Palembang terus berupaya memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan. Salah satu fokus utama yang kini ditekankan manajemen adalah kecepatan merespons setiap keluhan masyarakat, mulai dari gangguan distribusi air hingga kebocoran jaringan.
Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng, menegaskan bahwa pelayanan pelanggan menjadi prioritas utama dalam agenda pembenahan perusahaan daerah tersebut.
Menurut Teddy, setiap laporan yang masuk dari masyarakat tidak hanya diterima sebagai aduan biasa, tetapi langsung tercatat dalam sistem database perusahaan untuk dianalisis dan ditindaklanjuti sesuai wilayah kerja masing-masing unit pelayanan.
"Semua pengaduan pelanggan masuk ke database kami. Dari situ kami petakan lokasi dan jenis permasalahannya sehingga dapat segera ditangani oleh unit yang bertanggung jawab di wilayah tersebut," kata Teddy saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat dapat menyampaikan keluhan melalui berbagai saluran, baik datang langsung ke kantor pelayanan, melalui media sosial resmi perusahaan, WhatsApp Center, maupun Call Center yang telah disediakan.
Namun demikian, Teddy mengakui bahwa tidak semua pengaduan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Kondisi lapangan, tingkat kerusakan, hingga kompleksitas jaringan menjadi faktor yang memengaruhi kecepatan penanganan.
Meski begitu, perusahaan menetapkan standar pelayanan yang cukup ketat.
"Kami berupaya agar penanganan gangguan yang berkaitan dengan pelanggan rumah tangga tidak melebihi tiga hari. Itu menjadi komitmen pelayanan kami kepada masyarakat," ujarnya.
Kebocoran Pipa Masih Jadi Aduan Terbanyak
Dari berbagai laporan yang diterima setiap hari, masalah kebocoran pipa masih menjadi keluhan yang paling dominan.
Teddy menjelaskan bahwa masyarakat sering kali belum memahami batas tanggung jawab antara perusahaan dan pelanggan terkait jaringan air bersih.
Menurut dia, Perumda Tirta Musi bertanggung jawab terhadap jaringan distribusi hingga meteran pelanggan. Sementara instalasi setelah meteran hingga ke dalam rumah merupakan tanggung jawab pemilik rumah.
"Banyak pelanggan mengira seluruh kebocoran menjadi tanggung jawab PDAM. Padahal ada batas kewenangan yang harus dipahami bersama. Jika kebocoran terjadi setelah meteran, maka itu menjadi tanggung jawab pelanggan," jelasnya.
Selain faktor usia pipa dan kerusakan teknis, pihaknya juga masih menemukan praktik penyambungan ilegal yang menyebabkan kerugian perusahaan sekaligus mengganggu distribusi air kepada pelanggan lain.
Kasus semacam ini umumnya ditemukan pada rumah kosong atau bangunan yang tidak lagi dihuni.
"Sering ditemukan adanya sambungan ilegal baik sebelum maupun sesudah meteran. Ini biasanya terjadi di rumah yang kosong sehingga pemilik tidak mengetahui adanya penyalahgunaan jaringan oleh oknum tertentu," katanya.
Tagihan Membengkak Sering Dipicu Kebocoran Tersembunyi
Selain gangguan distribusi, keluhan lain yang kerap diterima adalah tagihan air yang melonjak secara tiba-tiba.
Menurut Teddy, sebagian besar kasus tersebut ternyata disebabkan oleh kebocoran instalasi yang tidak disadari pelanggan.
Kebocoran kecil yang berlangsung terus-menerus dapat membuat konsumsi air tercatat tinggi sehingga berdampak pada besaran tagihan bulanan.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kejanggalan pada aliran air maupun tagihan yang diterima.
"Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula bisa dilakukan pengecekan. Jangan menunggu berbulan-bulan karena dampaknya bisa semakin besar," ujarnya.
Perkuat Kepercayaan Publik
Di bawah kepemimpinan Teddy Andrian, Perumda Tirta Musi tengah melakukan berbagai pembenahan layanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan penyedia air bersih milik Pemerintah Kota Palembang tersebut.
Selain mempercepat respons pengaduan, perusahaan juga terus melakukan pemeliharaan jaringan, peningkatan kualitas distribusi air, serta optimalisasi sistem pelayanan berbasis digital.
Teddy berharap masyarakat dapat berperan aktif dengan melengkapi data pengaduan, termasuk nomor pelanggan dan titik lokasi yang akurat, agar petugas dapat bergerak lebih cepat di lapangan.
"Partisipasi pelanggan sangat membantu. Jika ada gangguan, segera laporkan melalui saluran resmi yang tersedia sehingga dapat segera kami tindak lanjuti," katanya. (*)
Komentar
Posting Komentar