Banggar DPRD Palangka Raya Dorong OPD Maksimal PAD 2026

Editor: Redaksi author photo

Rapat Banggar DPRD Kota Palangka Raya bersama Tim TAPD dan OPD Pemerintah Kota Palangka Raya.
Suaraindo.id - DPRD Kota Palangka Raya, melalui tim badan anggaran (Banggar), membahas tindak lanjut dari hasil paripurna DPRD Kota Palangka Raya,baik rapat paripurna Ke-6,8 dan ke-7, tentang 2 buah Raperda Kota Palangka Raya, yaitu pelaksanaan pertanggungjawaban APBD Kota Palangka Raya tahun 2025 dan Raperda kepramukaan.

Rapat badan anggaran DPRD kota Palangka Raya, dipimpin langsung oleh ketua Banggar DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, yang juga ketua DPRD Kota Palangka Raya , didampangi oleh, Basirun,Neni A lambung,serta anggota DPRD Kota Palangka yang masuk dalam tim Banggar,dan mitra DPRD kota Palangka Raya yakni dari Tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kota Palangka Raya.

Rapat tim Banggar di laksanakan,di ruang rapat komisi, kantor DPRD Kota Palangka Raya, lingkungan kantor pemerintah Kota Palangka Raya, jalan Ir Soekarno, lingkar dalam Kota Palangka Raya.

Dalam rapat Tim Banggar yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kota Palangka Raya, sekaligus ketua Tim Banggar, Subandi, mengatakan bahwa, DPRD Kota Palangka Raya, bersama TAPD Kota Palangka Raya, membahas bagaimana, pelaksanaan, pertanggungjawaban keuangan terutama mengenai Pendapatan asli daerah ( PAD) dari berbagai sektor oleh OPD kota Palangka Raya.

" Sesuai jadwal yang ditetapkan Bamus, bahwa hari ini rapat Banggar, DPRD dengan tim TAPD,guna membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2025. Dari rapat pertama tadi,kita telah mendengarkan pemaparan dari TAPD Kota Palangka Raya tentang pendapatan yang belum mencapai 90 persen, belanja daerah,PAD, "ucap Subandi usai memimpin rapat Banggar, Kamis (09/07/2026).

Ia juga menyampaikan untuk target pendapatan menurutnya untuk tahun anggaran 2025, mencapai 1,4 Triliun.

"Untuk target yang ditetapkan tahun 2025, sebesar 1,4 Triliun dan tercapai 1,4 Triliun lebih, sehingga pencapaiannya sebesar 99,19 persen untuk pendapatan keseluruhan, sementara PAD nya, ditargetkan tiga ratus koma sembilan empat (300,94) miliar, tercapai 300,19 miliar atau 91,9 persen, kemudian belanja daerah, ditargetkan 1,5 triliun lebih, tercapai 1,4 Triliun atau 95,21 persen," bebernya.

Dari semua target pencapaian, menurutnya PAD daerah yang masih belum secara maksimal tercapai.

"Nanti setelah rapat hari ini,kita akan tanyakan kepada OPD masing-masing, misal OPD A kenapa tidak tercapai,kita akan tanyakan kembali kenapa PAD masih belum tercapai secara maksimal, apa kendalanya dan selanjutnya kita akan dorong OPD -OPD tersebut untuk melakukan perbaikan pada tahun 2026," pungkasnya. [hendra]

Share:
Komentar

Berita Terkini