Suaraindo.id – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya semakin serius membawa produk unggulan daerah menembus pasar internasional. Komitmen itu ditunjukkan langsung oleh Bupati Kubu Raya Sujiwo yang tampil sebagai pembicara utama pada pembukaan Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia, Selasa (21/7/2026).
Bupati Kubu Raya Sujiwo menjadi pembicara utama pada pembukaan Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia, Selasa (21/7/2026).
Forum halal internasional yang mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara tersebut dimanfaatkan sebagai panggung untuk memperkenalkan potensi ekonomi Kubu Raya sekaligus menjalin kemitraan strategis guna memperluas akses pasar global bagi produk-produk lokal.
Bagi Sujiwo, kehadiran Kubu Raya dalam BIHAS bukan sekadar memenuhi undangan atau mengikuti agenda seremonial. Ia menegaskan, setiap langkah pemerintah di forum internasional harus menghasilkan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
"Kita tidak boleh hanya sebatas menghadiri dan mengikuti ritual seremonialnya. Tetapi mesti ada goal, ada target utamanya," tegas Sujiwo.
Target tersebut, lanjutnya, adalah memperkenalkan seluruh potensi unggulan Kabupaten Kubu Raya sekaligus membuka peluang kerja sama dengan mitra bisnis dari berbagai negara. Menurutnya, penguatan jejaring internasional menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing UMKM dan memperluas pangsa pasar produk lokal.
"Target dan tujuan utamanya adalah bagaimana potensi-potensi daerah akan kita gali, kemudian kita carikan mitra. Begitu juga UMKM yang produk-produk keunggulannya bisa mendapatkan jaringan untuk pemasarannya," ujarnya.
Dalam misi dagang tersebut, Sujiwo didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, mulai dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Badan Pendapatan Daerah, Perumda Menanjak Bahagia, hingga para pelaku UMKM.
Ia berharap partisipasi pada BIHAS menjadi investasi jangka panjang yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan nilai jual produk lokal.
"Kehadiran kita di sini juga untuk membangkitkan kembali semangat para pelaku UMKM dan semangat menggali potensi-potensi daerah Kubu Raya," katanya.
Selain mempromosikan berbagai produk UMKM, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga memperkenalkan potensi investasi di sektor pariwisata dan sumber daya alam. Kawasan ekowisata mangrove, destinasi wisata, hingga komoditas unggulan daerah dipromosikan sebagai peluang kerja sama yang menjanjikan bagi investor mancanegara.
"Ini sebagai upaya kita melakukan pemberdayaan daerah, pemberdayaan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Kubu Raya," jelas Sujiwo.
Optimisme terhadap hasil keikutsertaan Kubu Raya di BIHAS mulai terlihat sejak hari kedua penyelenggaraan pameran. Direktur Perumda Menanjak Bahagia Kubu Raya, Uray Emma Yaniaries, mengungkapkan stan Kubu Raya mendapat respons positif dari para pengunjung dan pelaku usaha internasional.
Sejumlah produk bahkan telah memasuki tahap penjajakan kerja sama bisnis dengan calon mitra dari luar negeri.
"Alhamdulillah, sampai hari ini sudah hampir lima produk yang siap untuk kita deal-kan. Bekerja sama dengan beberapa pengusaha dari luar Kalimantan Barat," ungkap Uray Emma.
Empat produk unggulan yang saat ini tengah menjalani proses negosiasi kerja sama adalah Patada, Kopi Juragan, Rasta Steak, dan Jahe Siliwangi. Produk-produk tersebut menarik perhatian pelaku usaha asal Malaysia, Singapura, dan India yang membuka peluang ekspor maupun distribusi ke pasar internasional.
Tak hanya produk olahan, Perumda Menanjak Bahagia juga menawarkan berbagai komoditas unggulan Kubu Raya, seperti kelapa dalam, kepiting, kawasan mangrove, serta pisang, yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor.
Uray Emma optimistis, partisipasi Kubu Raya dalam BIHAS 2026 akan menjadi titik awal lahirnya berbagai kerja sama internasional yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kita intinya siap untuk go international. Mudah-mudahan dari diskusi dan kunjungan mereka akan tercipta kerja sama internasional yang nantinya membuka peluang usaha bagi masyarakat Kubu Raya, meningkatkan pendapatan, dan menggerakkan perekonomian daerah," pungkasnya.
Keikutsertaan Kubu Raya dalam BIHAS 2026 menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong UMKM naik kelas dan memperluas pasar hingga tingkat global. Dengan mengusung potensi produk halal, komoditas unggulan, serta sektor pariwisata, Kubu Raya optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang siap bersaing di pasar internasional.[SK]