Komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali ditunjukkan melalui aksi langsung di lapangan. Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika dan Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf Robbi Firdaus turun langsung memimpin operasi pemadaman kebakaran di Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (15/7/2026).
Kebakaran yang terjadi di kawasan sekitar SMA Negeri 4 Sungai Raya tersebut menjadi salah satu titik prioritas penanganan mengingat lokasinya yang berada tidak jauh dari fasilitas pendidikan dan kawasan aktivitas masyarakat. Operasi pemadaman berlangsung sejak sore hingga malam hari dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi dan relawan.
Berkat kerja sama yang solid serta koordinasi yang terintegrasi, enam titik api yang terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya berhasil dikendalikan meski kondisi cuaca masih kering dan wilayah tersebut belum diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Sujiwo mengatakan keberhasilan mengendalikan kebakaran merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh personel yang bertugas di lapangan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak ringan karena medan yang sulit dijangkau serta cuaca panas yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
“Alhamdulillah, walaupun melelahkan, api dapat kita jinakkan dan kita kendalikan. Hingga saat ini ada enam titik kebakaran dan semuanya berhasil dikendalikan. Ini berkat kerja keras seluruh personel yang berjibaku di lapangan,” ujar Sujiwo.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pemadaman, mulai dari jajaran TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, hingga perangkat daerah yang bekerja secara terpadu untuk mencegah kebakaran meluas.
Menurut Sujiwo, penanganan karhutla membutuhkan kekuatan kolektif dan tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Karena itu, sinergi antarlembaga harus terus diperkuat agar setiap titik api dapat ditangani secara cepat dan efektif sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Saya meminta Kepala Pelaksana BPBD selaku koordinator agar terus mengorkestrasi seluruh kekuatan yang ada, baik TNI, Polri, batalyon-batalyon, Damkar swasta, maupun perangkat daerah. Penanganan karhutla harus dilakukan secara kolaboratif,” tegasnya.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus memberikan dukungan penuh terhadap seluruh upaya pengendalian karhutla, baik dari sisi koordinasi, penyediaan personel, maupun dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama operasi berlangsung.
Sujiwo menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta pencegahan dampak kabut asap menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.
Di tengah upaya pemadaman yang berlangsung hingga malam hari, Sujiwo juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas yang tetap bekerja tanpa mengenal waktu demi melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dandim, Pak Kapolres, seluruh jajaran TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, Damkar swasta, dan semua pihak yang telah bekerja luar biasa. Memang melelahkan, tetapi inilah bentuk pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Meningkatnya risiko karhutla akibat cuaca kering membuat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar hukum, praktik tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan dan berdampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas masyarakat.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Respons cepat dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Dengan keterlibatan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis upaya pencegahan serta penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif sehingga dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian daerah dapat diminimalkan selama musim kemarau berlangsung.[SK]