Sujiwo secara simbolis menyerahkan insentif kepada pekerja sosial, tenaga keagamaan, guru ngaji, dan petugas pemulasaran jenazah di Ruang Kerja Bupati Kubu Raya, Jumat (17/7/2026).
Program tersebut menjadi bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap peran para tokoh dan pekerja sosial yang selama ini aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun kemanusiaan.
Sebanyak 1.946 penerima manfaat menerima insentif pada penyaluran triwulan kedua ini. Mereka terdiri dari berbagai unsur, termasuk guru ngaji dan petugas fardu kifayah yang selama ini berkontribusi menjaga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Kubu Raya.
Selain penyaluran insentif, pada kesempatan yang sama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga menyerahkan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp1,4 miliar kepada 39 penerima manfaat sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya.
Bupati Sujiwo menegaskan bahwa meskipun nilai insentif yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh penerima, pemerintah daerah tetap berkomitmen mempertahankan program tersebut di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, keberadaan para pekerja sosial dan tenaga keagamaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat yang tidak selalu dapat diukur dengan nilai materi.
“Ini memang belum terlalu besar karena kondisi keuangan kita seperti ini. Alhamdulillah kita masih bisa mengalokasikan anggarannya. Ini merupakan penyaluran triwulan kedua. Secara simbolis kami serahkan, semoga mereka semua tetap semangat,” ujar Sujiwo.
Ia menilai para guru ngaji, petugas fardu kifayah, pekerja sosial, hingga petugas pemulasaran jenazah merupakan garda terdepan yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan dalam melayani masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyoroti pentingnya validasi data penerima insentif, khususnya bagi guru ngaji. Ia meminta Sekretaris Daerah beserta jajaran terkait segera melakukan pembaruan data agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang aktif menjalankan tugas pembinaan keagamaan.
Menurutnya, masih terdapat guru ngaji yang aktif mengajar namun belum masuk dalam daftar penerima. Sebaliknya, ada pula penerima yang tercatat namun sudah tidak lagi aktif karena tidak memiliki santri.
“Saya minta tolong Pak Sekda, Kabag, dan Asisten agar dilakukan validasi. Masih ada guru ngaji yang benar-benar mengajar tetapi belum terdata. Ada juga yang sudah tidak aktif karena muridnya sudah tidak ada. Bantuan ini memang tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa validasi data sangat penting untuk memastikan program bantuan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat secara adil kepada mereka yang benar-benar mengabdi di tengah masyarakat.
Momentum penyerahan insentif yang bertepatan dengan hari Jumat sekaligus peringatan hari jadi Kabupaten Kubu Raya dimanfaatkan Sujiwo untuk memohon dukungan dan doa dari para penerima manfaat.
Ia berharap dirinya bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya senantiasa diberikan kesehatan, kesabaran, dan kekuatan dalam menjalankan amanah pemerintahan.
“Mohon doanya untuk saya, Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh jajaran ASN. Semoga Allah memberikan kesehatan, kesabaran, dan ketabahan sehingga kami dapat terus memimpin Kubu Raya dengan baik. Kalau kita sehat, sabar, dan kuat, maka kita akan mampu terus mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.
Di hadapan para penerima insentif, Sujiwo juga menyampaikan permohonan maaf apabila kinerja pemerintah daerah masih belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor.
“Kami juga memohon maaf apabila kinerja pemerintah daerah masih belum maksimal. Semoga seluruh penerima bantuan terus bersemangat dalam mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Melalui penyaluran insentif dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap para pekerja sosial, tenaga keagamaan, guru ngaji, dan petugas pemulasaran jenazah dapat terus menjalankan tugas mulia mereka dengan penuh semangat. Program ini juga menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan penghargaan kepada para pengabdi masyarakat yang selama ini turut menjaga keharmonisan sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.[SK]
