Dikbud Lombok Timur Apresiasi Bantuan Filter Air Minum untuk Enam Sekolah

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID ---------
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur mengapresiasi kepedulian Yayasan Anak Fasih Indonesia, yang menyalurkan bantuan perangkat penyaring air minum dan perlengkapan olahraga kepada enam sekolah di wilayah Kecamatan Sambelia.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, M Nurul Wathoni, mengatakan bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi sekolah, khususnya dalam menyediakan air minum yang sehat bagi para siswa, terutama saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi program yang dilaksanakan Yayasan Anak Fasih Indonesia. Bantuan berupa perangkat penyaring air yang dapat langsung dikonsumsi siswa ini sangat bermanfaat bagi sekolah," ujarnya, saat ditemui di SMPN 1 Sambelia, Selasa 14 Juli 2026.

‎Selain perangkat penyaring air, yayasan juga menyerahkan berbagai sarana olahraga, seperti bola voli, bola sepak, dan perlengkapan olahraga lainnya untuk menunjang aktivitas peserta didik.

‎Menurut Nurul Wathoni, pemerintah daerah dan sekolah masih memiliki keterbatasan dalam memenuhi seluruh kebutuhan peserta didik, termasuk penyediaan air minum yang layak. Karena itu, kehadiran bantuan dari berbagai pihak dinilai sangat membantu.

‎"Program seperti ini patut kita syukuri. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak lembaga atau yayasan yang memberikan bantuan serupa, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," katanya.

‎Nurul Wathoni menjelaskan, berdasarkan laporan Yayasan Anak Fasih Indonesia, bantuan kali ini diberikan kepada enam sekolah, terdiri atas lima sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta satu madrasah di bawah Kementerian Agama.

‎Sebelumnya, yayasan tersebut juga telah menyalurkan bantuan serupa di sejumlah daerah lain, termasuk pondok pesantren.

‎Pemilihan lokasi bantuan, lanjutnya, mempertimbangkan kondisi geografis daerah yang mengalami keterbatasan akses air bersih, seperti di Kecamatan Sambelia dan lainnya.

‎Bahkan, yayasan juga menyatakan kesiapan membantu pembangunan sumber air melalui pengeboran sumur di beberapa sekolah pada tahap berikutnya.

‎"Kami berharap jika nantinya yayasan kembali memiliki anggaran, wilayah lain yang juga mengalami kesulitan air bersih, seperti Jerowaru, dapat menjadi prioritas penerima bantuan," ungkapnya.

‎Nurul Wathoni mengajak seluruh kepala sekolah untuk lebih proaktif mencari informasi mengenai program bantuan dari berbagai lembaga maupun yayasan.

‎Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu solusi, untuk mengatasi keterbatasan anggaran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sarana pendidikan.

‎"Pemerintah memiliki keterbatasan anggaran karena masih banyak kebutuhan dasar pendidikan, termasuk rehabilitasi sekolah. Karena itu, satuan pendidikan juga harus memiliki kreativitas dan kemandirian dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak yang memiliki program bantuan," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini