SUARAINDO.ID -------- Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor kembali memperkuat kualitas akademiknya dengan menggelar kegiatan Visiting Professor yang menghadirkan dua guru besar dari Universitas Islam Malang (UNISMA), Selasa 28 juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai III Gedung Rektorat IAI Hamzanwadi Pancor itu mengangkat tema "Pendidikan Islam dan PTKIS Berdampak".
Kegiatan akademik tersebut menjadi bagian dari upaya IAI Hamzanwadi Pancor memperkuat tata kelola perguruan tinggi sekaligus memperoleh inspirasi dari pengalaman UNISMA yang berhasil berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka bertaraf internasional.
Dua narasumber yang hadir adalah Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., mantan Rektor UNISMA periode 2014–2025 sekaligus Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) 2024–2025, serta Prof. Dr. H. M. Mas'ud Said, M.M., Ph.D., Guru Besar sekaligus Direktur Pascasarjana UNISMA.
Dalam pemaparannya, Prof. Maskuri mengungkapkan sejumlah strategi yang membawa UNISMA mengalami lompatan besar dalam pengembangan institusi.
Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi diawali dari keberanian melakukan perubahan secara menyeluruh, mulai dari atmosfer akademik, kemahasiswaan, administrasi hingga penguatan jejaring kerja sama yang mampu meningkatkan reputasi kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Setiap perguruan tinggi memiliki empat pilihan dalam menyikapi perubahan, yakni menjadi pemimpin perubahan, pengikut perubahan, penonton perubahan, atau bahkan penentang perubahan.
"Pilihan menjadi pemimpin perubahan merupakan langkah yang akan memberikan dampak besar bagi kemajuan perguruan tinggi," tegas Prof. Maskuri.
Selain itu, ia juga membagikan praktik terbaik (best practice) dalam membangun perguruan tinggi yang berdampak melalui penguatan berbagai aspek secara terpadu, di antaranya efisiensi dan edukasi, publikasi internasional, rekognisi dosen, kerja sama dan hilirisasi, keterlibatan dalam penyusunan kebijakan, hingga kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Sementara itu, Prof. M. Mas'ud Said menekankan pentingnya membangun jaringan kemitraan sebagai kunci kemajuan perguruan tinggi. Menurutnya, tidak ada kampus yang mampu berkembang secara optimal tanpa kolaborasi dengan berbagai pihak.
Pengembangan sumber daya manusia sebagai investasi utama bagi kemajuan institusi serta berharap kerja sama antara IAI Hamzanwadi Pancor dan UNISMA dapat segera diwujudkan dalam berbagai program nyata.
Mewakili civitas akademika IAI Hamzanwadi Pancor, Direktur Pascasarjana Prof. H. M. Taufik menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada kedua guru besar tersebut.
Pengalaman dan praktik terbaik yang dibagikan dapat menjadi inspirasi sekaligus referensi dalam penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAI Hamzanwadi Pancor.
Rangkaian kegiatan Visiting Professor ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis antara Wakil Rektor I IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.M.Pd., dan Direktur Pascasarjana UNISMA, Prof. Dr. H. M. Mas'ud Said, Ph.D. Acara kemudian diakhiri dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol penguatan kerja sama antarkedua perguruan tinggi.
