Suaraindo.id – Semangat nasionalisme, disiplin, dan tanggung jawab dalam pengabdian kepada masyarakat kembali diteguhkan melalui Apel Gabungan Peringatan Hari Kesadaran Nasional Tahun 2026 yang digelar di halaman Mapolsek Entikong, Desa Sontas, Kecamatan Entikong, Jumat (17/7/2026).Apel Gabungan Peringatan Hari Kesadaran Nasional Tahun 2026 yang digelar di halaman Mapolsek Entikong, Desa Sontas, Kecamatan Entikong, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN), tenaga non-ASN, perwakilan instansi pemerintah, serta tokoh masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Entikong Miko Martoyo, S.Sos., M.A.P., Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, S.H., Danramil Entikong Kapten Warsidi, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.
Bertindak sebagai pembina apel, Camat Entikong Miko Martoyo menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar agenda rutin bulanan, melainkan momentum penting untuk mengingat kembali tugas dan tanggung jawab aparatur negara sebagai pelayan masyarakat.
Menurutnya, seluruh unsur pemerintahan dan pelayanan publik harus terus memperkuat kolaborasi, menjaga keharmonisan, serta membangun komunikasi yang baik demi terciptanya pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
“Kita adalah pelayan masyarakat. Mari bangun hubungan harmonis, saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan agar kinerja berjalan maksimal,” tegas Miko Martoyo dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan, loyalitas, dan rasa memiliki terhadap institusi masing-masing. Penguasaan identitas korps, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan semangat kerja yang solid di lingkungan pemerintahan maupun instansi pelayanan publik.
Sementara itu, Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring menilai apel gabungan memiliki makna strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, soliditas antarinstansi menjadi modal utama dalam menciptakan stabilitas wilayah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang responsif dan profesional.
“Apel seperti ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat komunikasi dan kerja sama antarinstansi. Di wilayah perbatasan, sinergi yang kuat sangat penting untuk menjaga stabilitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan apel berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai pada pukul 08.30 WIB dalam kondisi aman dan lancar.
Melalui peringatan Hari Kesadaran Nasional ini, diharapkan seluruh aparatur negara, baik dari unsur pemerintah, TNI, maupun Polri, semakin memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, dan integritas.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di wilayah perbatasan, sehingga tercipta pelayanan publik yang semakin berkualitas serta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap terjaga.[Hermansyah]