Suaraindo.id– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Hutan Produksi (HP) di Desa Subah, Dusun Terentang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Selasa (29/7/2026) malam. Api berhasil dikendalikan setelah tim gabungan melakukan pemadaman intensif selama lebih dari lima jam.3 Hektare Lahan di Desa Subah Tayan Hilir Terbakar.
Kepala UPT KPH Wilayah Sanggau Barat, Marcelinus Rudy, menyampaikan kebakaran terjadi pada area dengan koordinat N 0°2’56,37” dan E 110°53’37,656”. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, luas kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare.
"Luas kebakaran kurang lebih 3 hektare dan luas yang telah padam juga sekitar 3 hektare. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan hutan sekunder dengan jenis tanah mineral," ujar Marcelinus.
Ia menjelaskan, lokasi kebakaran berada sekitar 1 kilometer dari permukiman warga. Sementara sumber air terdekat yang digunakan tim pemadam berasal dari kolam yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari titik kebakaran.
Kebakaran pertama kali diketahui setelah Brigade KPH Sanggau Barat menerima laporan dari masyarakat. Mendapat informasi tersebut, Kepala KPH Sanggau Barat langsung menginstruksikan personel untuk bergerak menuju lokasi guna melakukan penanganan.
Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari Brigade KPH Sanggau Barat dan ASN KPH Sanggau Barat, Tim Pemadam Binsika Tayan Hilir, BPAT Pulau Tayan, PT ICA, TNI-Polri, Yonif Bumi Daranante TNI Sanggau, Kapolsek Tayan, Danramil Tayan, Damkar Balai Batang Tarang, Pemadam Sukarelawan Timur (PST) Pontianak, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Upaya pemadaman berlangsung selama lebih dari lima jam, yakni mulai pukul 18.30 WIB hingga 23.40 WIB.
Marcelinus mengatakan, setelah proses pemadaman dilakukan, kondisi kebakaran berhasil dikendalikan. Namun, tim masih melakukan pendinginan dan pembasahan karena sejumlah titik masih mengeluarkan asap.
"Setelah dilakukan upaya pemadaman, kondisi di lapangan saat ini masih menyisakan asap. Tim di lokasi sudah melakukan pembasahan agar titik api tidak menyebar. Api berhasil dipadamkan," katanya.
Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Marcelinus memastikan tidak ada korban jiwa maupun laporan kerusakan terhadap permukiman warga akibat kejadian tersebut.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat musim kemarau ketika kondisi cuaca panas dan kering dapat memperbesar risiko kebakaran.
Sebagai langkah pencegahan, KPH Sanggau Barat bersama TNI-Polri dan pemerintah kecamatan akan terus memperkuat patroli di kawasan rawan Karhutla.
Selain patroli, sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran meluas.
Marcelinus mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
"Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya Karhutla. Kami mengimbau agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat merugikan banyak pihak," tegasnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi kering, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sanggau diminta meningkatkan kewaspadaan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi Karhutla dapat ditekan serta tidak berkembang menjadi bencana asap yang berdampak luas.[SK]