Karolin Tekankan Pentingnya Gizi, Kesehatan dan Pendidikan Anak demi Masa Depan Generasi Landak

Editor: Admin author photo

Bupati Landak Karolin saat menghadiri kegiatan Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Simpang Tiga, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Senin (20/7/2026).
Suaraindo.id – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengingatkan masyarakat bahwa masa depan anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga oleh pola asuh, kesehatan, dan pemenuhan gizi yang baik sejak dini. Karena itu, ia mengajak para orangtua untuk lebih serius memperhatikan kesehatan anak, memilih makanan bergizi, serta memastikan anak tetap bersekolah hingga jenjang yang lebih tinggi.

Pesan tersebut disampaikan Karolin saat menghadiri kegiatan Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Simpang Tiga, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Senin (20/7/2026).

Pada kesempatan itu, Karolin secara khusus mengingatkan para orangtua agar mengikuti petunjuk tenaga kesehatan dalam merawat anak pasca-sunat. Ia meminta masyarakat meninggalkan kebiasaan mengobati luka menggunakan bahan-bahan tradisional yang tidak direkomendasikan secara medis karena berpotensi menimbulkan infeksi.

“Obatnya diminum, lukanya tolong jangan diberi daun kayu, kopi, atau apapun selain daripada obat yang diberikan dari Puskesmas,” kata Karolin.

Menurutnya, banyak kasus infeksi terjadi akibat penggunaan bahan non-medis pada luka sunat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan anak mengalami demam tinggi, bahkan kejang akibat infeksi yang tidak ditangani dengan benar.

Selain menyoroti kesehatan pasca-sunat, Karolin juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak sebagai upaya menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Landak. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan sumber pangan lokal yang mudah diperoleh, murah, dan kaya nutrisi.

Karolin menilai makanan seperti tahu, tempe, sayuran, dan berbagai jenis kacang-kacangan jauh lebih bermanfaat dibandingkan makanan olahan instan yang kerap dianggap lebih bergengsi.

“Itu lebih bagus daripada makan sosis, nugget, makanan-makanan yang kayaknya mahal belum tentu bagus,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pola makan yang tidak sehat tidak hanya berdampak pada pertumbuhan anak, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit serius pada usia produktif. Karolin mengaku prihatin dengan meningkatnya kasus stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal yang kini banyak ditemukan pada masyarakat berusia 30 hingga 40 tahun.

Untuk mencegah hal tersebut, ia mengimbau masyarakat agar rutin memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas sehingga penyakit dapat dideteksi dan ditangani sejak dini. Karolin juga meminta warga tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, termasuk anggapan bahwa obat dari dokter dapat merusak ginjal.

Tak hanya soal kesehatan, Karolin turut memberikan perhatian besar terhadap pendidikan anak. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling berharga yang dapat diberikan orangtua kepada anak-anak mereka.

Karolin meminta para orangtua mengawasi penggunaan telepon genggam agar tidak mengganggu waktu belajar anak serta memastikan mereka dapat menyelesaikan pendidikan setidaknya hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Tolong Ibu, biarpun mamaknya sampai begadai, anak harus bisa sekolah,” tegasnya.

Menurut Karolin, ilmu pengetahuan merupakan aset yang tidak akan pernah habis dan akan menjadi modal utama bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan di masa depan. Berbeda dengan uang yang dapat habis dalam waktu singkat, pendidikan akan terus melekat dan memberikan manfaat sepanjang hayat.

Melalui kegiatan sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, Karolin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, gizi, dan pendidikan semakin meningkat. Ia menilai ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi Landak yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini