Kemarau Panjang, Warga Sungai Belidak Krisis Air Bersih, PMI Kalbar Salurkan 10.000 Liter Bantuan

Editor: Redaksi author photo

PMI Kalbar salurkan air bersih untuk warga sungai belidak.
Suaraindo.id
– Dampak musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat Desa Sungai Belidak, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Sejumlah sumur warga mengalami kekeringan, sementara sumber air alternatif dari parit berubah menjadi payau sehingga tidak lagi layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Cadangan air yang sebelumnya disimpan dalam tempayan, galon, maupun wadah penampungan rumah tangga kini mulai menipis bahkan sebagian telah habis.

Di tengah keterbatasan tersebut, masyarakat terpaksa mencari sumber air lain dengan biaya tambahan demi memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, minum, mandi, hingga keperluan ibadah.

Melihat kondisi itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan dengan menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih pegunungan kepada warga terdampak di Desa Sungai Belidak.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kalbar, Asrul Putra Nanda, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, PMI Kalbar berupaya hadir membantu warga yang saat ini mengalami krisis air bersih agar kebutuhan sehari-hari mereka tetap terpenuhi," ujar Asrul kepada Suarakalbar.co.id, Rabu (29/7/2026).

Sejak pagi hari, ratusan warga Desa Sungai Belidak mendatangi lokasi distribusi dengan membawa berbagai wadah penampung air, mulai dari galon, ember, jeriken, hingga tempat penyimpanan lainnya.

Warga terlihat mengantre secara tertib untuk mendapatkan pasokan air bersih yang akan digunakan memenuhi kebutuhan keluarga.

Bantuan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti kebutuhan minum, memasak, berwudu, hingga aktivitas rumah tangga lainnya.

Dalam proses pendistribusian, relawan PMI Kalbar bersama Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya turut membantu memastikan penyaluran berjalan lancar. Para relawan membantu mengangkat galon, mengisi wadah milik warga lanjut usia, serta mengatur pembagian agar bantuan dapat diterima secara merata.

Semangat gotong royong terlihat kuat di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat. Kehadiran para relawan menjadi bukti kepedulian bersama dalam membantu warga yang terdampak kekeringan.

Bagi masyarakat Desa Sungai Belidak, bantuan air bersih dari PMI bukan sekadar pasokan tambahan, melainkan menjadi harapan di tengah sulitnya memperoleh sumber air layak akibat kondisi cuaca ekstrem.

Selama ini, sebagian besar warga mengandalkan sumur sebagai sumber utama air bersih. Namun, minimnya curah hujan menyebabkan debit air sumur terus menurun hingga sebagian mengalami kekeringan.

Selain itu, parit yang sebelumnya menjadi sumber air alternatif mengalami perubahan kualitas akibat meningkatnya kadar air payau sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Air bersih yang disalurkan PMI Kalbar berasal dari sumber air pegunungan yang layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi maupun aktivitas harian masyarakat.

PMI Provinsi Kalimantan Barat mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau masih berlangsung.

PMI juga berharap dukungan dari pemerintah daerah, relawan, serta berbagai elemen masyarakat terus diperkuat agar bantuan air bersih dapat menjangkau wilayah lain yang mengalami kondisi serupa.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut, mulai dari relawan PMI Kalbar, Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, Pemerintah Desa Sungai Belidak, hingga masyarakat setempat.

"Semoga setiap tetes air yang disalurkan menjadi manfaat dan membawa harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi krisis air bersih," tutup Asrul.

Melalui sinergi berbagai pihak, kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau diharapkan tetap terpenuhi. Selain itu, kolaborasi ini menjadi penguatan solidaritas sosial dalam menghadapi dampak perubahan cuaca ekstrem yang semakin dirasakan masyarakat pesisir dan pedesaan Kalimantan Barat.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini