Mahasiswa Unhas dan Pemerintah Bone Satu Visi, Smart Hydro Loop Jadi Jawaban Tantangan Pertanian Modern

Editor: Redaksi author photo

Mahasiswa Unhas dan Pemerintah Bone Satu Visi, Smart Hydro Loop Jadi Jawaban Tantangan Pertanian Modern
Suaraindo.id – Sinergi antara kalangan akademisi dan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan sektor pertanian modern. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program "Mannennungeng: Smart Hydro Loop" yang digagas Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM KPI Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.

Program berbasis digitalisasi pertanian tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan di tingkat desa.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa Unhas. Menurutnya, Smart Hydro Loop merupakan solusi yang relevan dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani, terutama di tengah perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air.

"Inovasi yang dibawa mahasiswa Unhas ini sungguh luar biasa. Smart Hydro Loop adalah bukti bahwa teknologi bisa hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata. Saya berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi percontohan bagi daerah lain," ujar Andi Asman Sulaiman.

Program Mannennungeng sendiri lahir dari proses diskusi partisipatif yang melibatkan masyarakat bersama pemerintah desa. Nama "Mannennungeng", yang berarti berkelanjutan, mencerminkan semangat program dalam menjaga keseimbangan antara pengelolaan sumber daya alam, penguatan kelembagaan lokal, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bone terhadap pelaksanaan program tersebut.

"Kami merasa terhormat mendapat apresiasi dari Pak Bupati. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus bekerja keras dan memastikan program ini memberikan manfaat maksimal bagi petani di Bone. Kami berharap ke depan, program ini dapat direplikasi di desa-desa lain," katanya.

Senada dengan itu, Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menilai dukungan pemerintah daerah menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kami bangga karena program yang kami jalankan mendapat perhatian serius dari Pak Bupati. Ini membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa memiliki dampak nyata dan diakui oleh pemangku kebijakan. UKM KPI akan terus berkomitmen mendampingi masyarakat dan memastikan program ini berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pendamping Program, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Smart Hydro Loop tidak hanya berorientasi pada penerapan teknologi, tetapi juga menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola inovasi tersebut secara mandiri.

"Mahasiswa hadir untuk menjadi fasilitator dan pendamping. Keberlanjutan program sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat mampu mengadopsi dan mengelola teknologi ini secara mandiri. Smart Hydro Loop kami rancang sebagai model yang bisa ditiru dan dikembangkan oleh desa-desa lain di Sulawesi Selatan," jelasnya.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, program Mannennungeng: Smart Hydro Loop diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pertanian cerdas yang adaptif, efisien, dan berdaya saing. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertanian modern yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan. [tim]

Share:
Komentar

Berita Terkini