Suaraindo.id – Pengerjaan sasaran fisik dalam program TMMD
Reguler ke-129 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terus menunjukkan
perkembangan signifikan. Memasuki tahapan lanjutan, proses pembongkaran papan
bekisting pada struktur bangunan yang telah mengering dilakukan pada Jumat (31/7/2026),
sebagai penanda bahwa konstruksi siap memasuki tahap penyelesaian berikutnya.
Pembangunan Fisik TMMD Masuki Tahap Pembongkaran Bekisting, Struktur Beton Tampil Kokoh
Kegiatan tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat, Pak Kemin, bersama personel Satgas TMMD, Prada Arip. Keduanya tampak kompak membongkar papan cetakan beton dengan penuh kehati-hatian agar hasil pengecoran tetap rapi dan tidak mengalami kerusakan.
Proses pelepasan bekisting merupakan salah satu tahapan penting dalam pekerjaan konstruksi. Setelah beton mencapai tingkat kekerasan yang sesuai, cetakan kayu dilepas secara bertahap untuk memastikan kualitas struktur tetap terjaga. Ketelitian menjadi faktor utama agar sudut-sudut beton tetap presisi dan tidak mengalami retak maupun cacat.
Sejak pagi hari, Pak Kemin dan Prada Arip membagi tugas dengan cekatan. Menggunakan peralatan sederhana seperti palu, linggis kecil, dan pencabut paku, mereka membuka satu per satu papan bekisting yang menempel pada struktur beton. Prada Arip bertugas mencongkel bagian sambungan papan, sementara Pak Kemin membersihkan paku serta merapikan material yang telah dilepas agar tidak mengganggu aktivitas pekerja lainnya.
Hasil pengecoran yang mulai terlihat memperlihatkan struktur beton yang kokoh dan rapi. Dinding serta tiang bangunan berdiri presisi, menunjukkan bahwa proses pengecoran sebelumnya dilakukan dengan baik, mulai dari komposisi adukan hingga pemasangan bekisting yang rapat dan sesuai standar pekerjaan.
Selain menjaga kualitas konstruksi, proses pembongkaran juga dilakukan dengan memperhatikan efisiensi penggunaan material. Papan bekisting yang masih layak dipakai langsung dibersihkan dari sisa adukan semen, kemudian dipilah untuk dimanfaatkan kembali pada bagian bangunan lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan penggunaan material selama pelaksanaan program.
Suasana kebersamaan tampak mewarnai aktivitas di lokasi pembangunan. Di sela-sela pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra, komunikasi hangat dan canda ringan antara anggota Satgas TMMD dan warga mencerminkan eratnya sinergi yang telah terbangun selama pelaksanaan program berlangsung.
Kehadiran masyarakat yang sesekali menyapa para pekerja juga menjadi penyemangat tersendiri. Semangat gotong royong yang terus terpelihara dinilai menjadi salah satu kunci kelancaran pembangunan, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan fasilitas yang bermanfaat bagi warga desa.
Dengan selesainya pembongkaran bekisting pada bagian tersebut, pembangunan kini siap memasuki tahap plesteran dan penyelesaian akhir. Progres ini semakin mendekatkan penyelesaian sasaran fisik TMMD Reguler ke-129, sekaligus menghadirkan bangunan yang kokoh, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. [rls]