Suaraindo.id – Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah warga di Dusun Sungai Akar, Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Selasa (14/7/2026) malam. Musibah yang diduga dipicu percikan api dari mesin genset itu menyebabkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp700 juta.Satu Unit Rumah di Dusun Sungai Akar Semuntai Mukok Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp700 Juta.
Meski kerugian yang dialami cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api melalap bangunan dan berbagai aset berharga yang berada di dalamnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sanggau, Ade Ali Sadikin, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 20.30 WIB berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian. Setelah menerima laporan, petugas Damkar segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Laporan diterima Posko Damkar Sanggau pada pukul 21.20 WIB dan langsung menuju lokasi kebakaran,” ujar Ade Ali Sadikin.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, Urip Pratikno (45), saat kejadian dirinya sedang memperbaiki sekaligus mencoba menghidupkan mesin genset yang berada di gudang penyimpanan peralatan sound system.
Namun saat mesin dinyalakan, muncul percikan api yang diduga menyambar jerigen berisi bahan bakar jenis pertalite yang berada tidak jauh dari genset. Api kemudian dengan cepat membesar dan membakar berbagai peralatan yang tersimpan di dalam gudang.
“Berdasarkan keterangan saksi yang juga pemilik rumah, saat sedang mencoba menghidupkan mesin genset tersebut tiba-tiba timbul percikan api yang kemudian menyambar jerigen berisikan pertalite di dekatnya. Api langsung membesar dan membakar alat-alat sound system yang ada di gudang,” ungkap Ade.
Menyadari api semakin membesar, Urip segera berlari memberitahu istri dan anaknya untuk keluar rumah serta meminta bantuan warga sekitar. Warga yang datang berupaya membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan sekaligus melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Saat regu pemadam kebakaran tiba di lokasi, kobaran api telah menguasai sekitar 70 persen bangunan. Besarnya api diperparah oleh banyaknya material yang mudah terbakar di dalam rumah dan gudang penyimpanan.
Proses pemadaman berlangsung cukup intensif dengan melibatkan personel Damkar Kabupaten Sanggau, BPBD Kabupaten Sanggau, serta tim pemadam kebakaran dari PT MPE. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.20 WIB.
Ade Ali Sadikin menjelaskan, cepatnya penyebaran api disebabkan banyaknya barang mudah terbakar yang tersimpan di dalam bangunan, termasuk peralatan elektronik dan bahan bakar yang berada di sekitar titik awal kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah aset bernilai tinggi ikut hangus terbakar, di antaranya dua unit kendaraan roda empat jenis Grandmax dan Mitsubishi L300, satu unit sepeda motor Honda MegaPro 150, serta satu set perlengkapan sound system.
“Menurut keterangan pemilik rumah, kerugian materiil yang dialami sebesar kurang lebih Rp700 juta. Untuk korban jiwa nihil,” katanya.
Selama proses pemadaman berlangsung, situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. Petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat menyimpan bahan bakar maupun mengoperasikan mesin yang dapat menimbulkan percikan api. Damkar Kabupaten Sanggau mengimbau warga agar tidak menempatkan bahan bakar di dekat sumber panas atau peralatan mekanis guna mencegah terjadinya musibah serupa.
Dengan meningkatnya kesadaran akan aspek keselamatan dan pencegahan kebakaran, diharapkan risiko terjadinya kebakaran yang menimbulkan kerugian besar dapat diminimalkan di tengah masyarakat.[SK]