Peringati Hari Mangrove Sedunia, Proklim Kokok Pedek Timur Luncurkan Program Adopsi Pohon Mangrove

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID ------
Kelompok Program Kampung Iklim (Proklim) Kokok Pedek Timur, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, memperingati Hari Mangrove Sedunia dengan menggelar rangkaian kegiatan konservasi lingkungan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

‎Bersama tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM), mereka menginisiasi gerakan pelestarian mangrove melalui Conservation Talk Show dan peluncuran program inovatif Adopsi Pohon Mangrove.

‎Seksi Pengelolaan Hutan KPH Rinjani Timur Andang Muhtar, S.hut, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial peringatan, tetapi juga menjadi wadah edukasi publik sekaligus membangun komitmen pemeliharaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

‎Conservation Talk Show menghadirkan lima narasumber dari berbagai latar belakang, yakni perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, akademisi, tokoh pecinta lingkungan, tokoh pemuda, dan tokoh agama.

‎Diskusi mengupas persoalan perubahan iklim, pentingnya perlindungan kawasan pesisir, hingga peran masyarakat dalam menjaga kelestarian mangrove.

‎Pengelolaan kawasan pesisir yang berorientasi pada keberlanjutan melalui regulasi yang tepat.

‎Hutan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon (carbon sink) yang jauh lebih tinggi dibandingkan hutan daratan sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.

‎Dari sisi sosial dan budaya, tokoh agama dan tokoh pecinta lingkungan mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral, amanah spiritual, sekaligus warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

‎Sekretaris Desa Sugian M Ali Fikri Mahfuz menjelaskan, pentingnya keterlibatan generasi muda sebagai penggerak utama aksi-aksi pelestarian lingkungan.

‎Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove melalui program Adopsi Pohon.

‎Berbeda dengan penanaman pohon pada umumnya, program ini menerapkan sistem pendampingan dan pemeliharaan selama tiga tahun guna meningkatkan tingkat keberhasilan tumbuh bibit.

‎Sebanyak 310 bibit disiapkan dalam kegiatan ini, terdiri atas 300 bibit mangrove yang merupakan dukungan dari PLN Nusantara Power UP Sambelia dan 10 bibit tambahan yang disumbangkan oleh pegiat lingkungan.

‎Melalui skema adopsi ini, setiap donatur akan memperoleh laporan perkembangan pohon yang diadopsinya secara berkala.

‎Selama tiga tahun, pengelola lokal bersama mahasiswa KKN PPM UGM akan melakukan pemeliharaan rutin, pendataan, dan pemantauan pertumbuhan bibit secara transparan.

‎"Model ini diharapkan mampu menekan angka kematian bibit yang selama ini menjadi tantangan dalam rehabilitasi kawasan pesisir," Ujarnya, Senin 27 Juli 2026

‎Kolaborasi antara Proklim Kokok Pedek Timur, KKN PPM UGM, masyarakat, pemerintah Desa, dan sektor swasta tersebut menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan memerlukan sinergi berbagai pihak.

‎Melalui program Adopsi Pohon Mangrove, kawasan pesisir Desa Sugian diharapkan semakin tangguh menghadapi abrasi dan dampak perubahan iklim, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Share:
Komentar

Berita Terkini