- Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Kabupaten Sanggau ke-II resmi dibuka oleh Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si. melalui pemukulan gong di Aula Homing Tipo, Wisma Tabor, Paroki Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang mempertemukan para peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sanggau ini menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta memperkokoh semangat toleransi antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Bupati Yohanes Ontot menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pesparani Katolik Tingkat Kabupaten Sanggau. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang mempererat kebersamaan, bukan hanya mengejar kemenangan dalam perlombaan.
"Utamakan persaudaraan dan iman di atas kemenangan. Nilai kerukunan yang kita bangun di sini adalah pondasi utama kemajuan Kabupaten Sanggau," ujar Yohanes Ontot.
Menurutnya, Pesparani bukan sekadar ajang kompetisi seni suara gerejani, tetapi memiliki makna lebih luas sebagai wadah pembinaan iman, penguatan persaudaraan, serta upaya melestarikan seni liturgi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
Bupati Sanggau menilai keberagaman masyarakat merupakan kekuatan besar dalam membangun daerah. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti Pesparani diharapkan mampu menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dalam semangat kebersamaan.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh sukacita, menjunjung sportivitas, serta menjadikan pengalaman selama Pesparani sebagai bagian dari perjalanan membangun karakter dan kehidupan beriman.
Pembukaan Pesparani tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena yang juga menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sanggau.
Hadir pula Anggota DPR RI Paolus Hadi, Wakil Uskup, para Romo Pastor, Frater, Suster, tokoh umat Katolik, Ketua beserta jajaran LP3KD Kabupaten Sanggau, para camat, perangkat daerah, serta perwakilan Baznas, MUI, TNI, Polri, dan BIN.
Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau H. Madrais, S.Pd., S.Ag. beserta jajaran.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, menegaskan bahwa Pesparani memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sebuah perlombaan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan iman, pembentukan karakter, sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman latar belakang.
"Melalui pujian dan syukur kepada Tuhan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat moderasi beragama, menjaga persatuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan," katanya.
Ia mengajak seluruh peserta agar menjadikan Pesparani sebagai ruang pembelajaran untuk membangun pribadi yang beriman, rendah hati, disiplin, dan mampu menghargai perbedaan.
"Prestasi patut diraih, namun karakter yang baik akan menjadi bekal yang jauh lebih berharga dalam kehidupan," tambahnya.
Pesparani Katolik Tingkat Kabupaten Sanggau ke-II diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi dalam bidang seni liturgi, tetapi juga membentuk generasi yang mampu menjadi teladan dalam menjaga nilai persatuan dan kerukunan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah dan Kementerian Agama berharap semangat toleransi, persaudaraan, serta cinta kasih semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan antarumat beragama sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Sanggau yang lebih maju dan berkarakter.[Man]