![]() |
| Tengah Kepulan Asap, Satgas TMMD dan Warga Tetap Semangat Atasi Kendala Alat |
Di lokasi sasaran fisik, Minggu (19/7/2026), seorang anggota Satgas TMMD tampak sigap memeriksa dan memperbaiki mesin molen yang mengalami gangguan. Mengenakan seragam loreng lengkap dengan sarung tangan pelindung, prajurit tersebut tetap fokus bekerja meski kepulan asap tebal keluar dari bagian mesin.
Upaya perbaikan dilakukan agar alat vital tersebut dapat segera kembali beroperasi sehingga pekerjaan pengecoran tidak mengalami keterlambatan.
Semangat personel Satgas tidak berjalan sendiri. Sejumlah warga turut mendampingi dan memberikan dukungan selama proses perbaikan berlangsung. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terlihat semakin erat saat mereka bersama-sama menghadapi kendala di lapangan.
Perwira Pengawas (Pawas) TMMD Reguler Ke-121, Kapten Inf Zamrin Zebua, mengatakan kerusakan peralatan merupakan tantangan yang lazim ditemui dalam pekerjaan konstruksi. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pekerjaan.
"Kejadian ini membuktikan betapa kuatnya tekad kami di lapangan. Kendala seperti kerusakan alat adalah hal yang lumrah dalam setiap pekerjaan proyek, namun bukan berarti kami menyerah. Justru di sinilah mentalitas tempur dan kreativitas kami diuji," ujarnya.
Dedikasi personel Satgas TMMD dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga mengaku kagum melihat kesigapan prajurit TNI yang tidak hanya menjalankan tugas pembangunan, tetapi juga mampu menangani persoalan teknis demi kelancaran pekerjaan.
"Kami sangat bangga dengan bapak-bapak TNI. Mereka tidak hanya pandai bertugas, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang luar biasa. Terima kasih atas semangat dan kerja kerasnya untuk kemajuan desa kami," ujar salah seorang warga.
Program TMMD Reguler Ke-121 Kodim 0714/Salatiga diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan pantang menyerah yang ditunjukkan selama pelaksanaan program menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan desa dan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. [rls]
