| Tampak puing-puing ruko di depan terminal Sekadau pasca kebakaran pada diri hari. |
Kebakaran diketahui mulai terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke bangunan yang berada di sisi kiri maupun kanan titik awal kebakaran.
Informasi yang dihimpun di lokasi, api diduga pertama kali muncul dari salah satu ruko di deretan tersebut.
“Api diduga pertama kali muncul dari ruko ketujuh dari arah kanan,” ujar seorang sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Besarnya kobaran api membuat warga sekitar panik. Sejumlah warga berupaya menyelamatkan barang-barang dari bangunan yang belum tersambar api, sementara petugas pemadam kebakaran langsung berjibaku mengendalikan kobaran agar tidak meluas.
Sejumlah bangunan yang terdampak di antaranya warung makan milik Een dan Is, Kantor ATS (Adau Transport Service), toko lelong, Toko Sembako FYA, toko pakaian serba Rp25 ribu, gudang penyimpanan pupuk, warung kopi hingga warung es.
Dari deretan bangunan tersebut, hanya satu ruko milik seorang penjahit di bagian ujung paling kiri yang dilaporkan berhasil selamat dari kobaran api.
Upaya pemadaman berlangsung cukup lama. Sebanyak empat armada pemadam kebakaran dikerahkan, terdiri dari dua unit Damkar Sekadau dan dua unit armada Damkar Yayasan.
Petugas mulai melakukan penanganan sekitar pukul 00.53 WIB. Kobaran api baru berhasil dikendalikan hingga kondisi dinyatakan aman sekitar pukul 10.44 WIB.
Petugas tidak hanya berupaya memadamkan api, tetapi juga memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban yang terjebak di dalam bangunan.
Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang cukup besar. Sebagian besar ruko mengalami kerusakan berat dan hangus terbakar sehingga tidak lagi dapat digunakan.
Bagi para pemilik usaha, kebakaran tersebut menjadi pukulan berat. Tempat usaha, barang dagangan, peralatan dan berbagai aset yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka ludes dilalap api.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Dugaan mengenai titik awal api juga masih harus dipastikan melalui proses penyelidikan.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber api sekaligus mengungkap kronologi lengkap kejadian.
Petugas juga masih melakukan pendataan terhadap jumlah bangunan yang terdampak dan total kerugian material akibat kebakaran.
Peristiwa ini menjadi perhatian lantaran deretan ruko berada dalam kawasan yang cukup padat dengan posisi bangunan yang saling berdekatan. Kondisi tersebut membuat api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Masyarakat di sekitar lokasi diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik, peralatan memasak dan sumber api lainnya dalam kondisi aman.
Kebakaran di kawasan depan Terminal Lawang Kuari ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada kawasan pertokoan yang memiliki tingkat aktivitas dan kepadatan bangunan cukup tinggi.[SK]