Suaraindo.id – Sebanyak 150 anak sekolah di Kota Pontianak menerima bantuan tas dan alat tulis gratis dalam kegiatan sosial yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama DPD Madas Nusantara Kota Pontianak, Kamis (14/8/2026).Sebanyak 150 anak sekolah di Kota Pontianak menerima bantuan tas dan alat tulis gratis dalam kegiatan sosial Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama DPD Madas Nusantara Kota Pontianak
Kegiatan bertajuk “Berbagi Langkah, Merajut Asa Menuju Generasi Cerdas dan Berkarakter” tersebut berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan sekaligus upaya mendorong semangat belajar anak-anak.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, bantuan perlengkapan sekolah tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota Pontianak dan organisasi masyarakat dalam membantu anak-anak yang membutuhkan dukungan.
“Ada 150 anak yang menerima pembagian tas dan alat tulis. Ini bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Pontianak bersama Madas Nusantara,” ujar Bahasan.
Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi penerima, terutama bagi anak-anak yang masih menggunakan perlengkapan sekolah dalam kondisi kurang layak. Ia berharap tas dan alat tulis baru dapat meningkatkan semangat mereka untuk mengikuti kegiatan belajar.
“Tadi saya tanyakan, punya tas tidak? Ada yang tasnya sudah buruk. Berarti ini bagus, akhirnya mereka mendapat tas baru dan bisa lebih semangat untuk terus belajar,” katanya.
Bahasan menegaskan, perhatian terhadap pendidikan anak tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat lainnya juga sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
Ia pun mengapresiasi Madas Nusantara Kota Pontianak yang telah turun langsung ke tengah masyarakat dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi anak-anak.
Menurut Bahasan, organisasi kemasyarakatan diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu membaca berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“Ormas harus aktif di masyarakat, melihat langsung kondisi dan situasi masyarakat. Jangan hanya melihat dari jauh, tetapi turun dan tahu detail kondisi warga,” pesannya.
Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat menjadi inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan lainnya di Kota Pontianak untuk terus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bahasan juga mendorong penguatan komunikasi dan silaturahmi antara pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat. Menurutnya, hubungan yang baik akan memudahkan berbagai pihak dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menentukan bentuk dukungan yang tepat.
“Saya berharap ormas yang ada di Kota Pontianak terus membangun komunikasi dan silaturahmi di antara kita. Bergerak aktif di masyarakat, sehingga tahu mana yang bisa kita beri dukungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bahasan menilai bantuan perlengkapan sekolah tidak hanya dapat meringankan beban orang tua, tetapi juga membantu meningkatkan kepercayaan diri anak-anak saat menjalani aktivitas pendidikan.
Ia berpesan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung kegiatan belajar sehari-hari.
“Semoga bantuan ini bermanfaat, membuat anak-anak semakin rajin sekolah, semakin semangat belajar, dan kelak tumbuh menjadi generasi cerdas serta berkarakter,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di Kota Pontianak.[SK]