Air Sungai Berubah Hitam dan Berbau, Warga Desa Binjai Resah Diduga Akibat Limbah Perusahaan Sawit

Editor: Redaksi author photo

Sungai yang tercemar limbah perusahaan sawit
Suaraindo.id – Warga Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, mengaku resah setelah Sungai Lape yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air sehari-hari berubah warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Keluhan warga kemudian disampaikan kepada Kepala Desa Binjai, Herianto. Menindaklanjuti laporan tersebut, Herianto langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Dari hasil pengecekan di lapangan, ia menduga pencemaran berasal dari aktivitas pembuangan limbah milik perusahaan kelapa sawit PT Sasmita Bumi Wijaya (PT SBW) ke aliran Sungai Lape.

Sebagai bentuk dokumentasi sekaligus bukti awal, Herianto merekam kondisi di lokasi menggunakan video yang kemudian dijadikan bahan laporan kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau dan instansi terkait. Rekaman tersebut juga beredar luas di media sosial.

Dalam video yang direkam pada Selasa (4/8/2026), Herianto menyampaikan kekecewaannya terhadap dugaan pencemaran yang kembali terjadi.

"Sungguh keterlaluan. Kemarin tanggal 3 Agustus saya sudah buat peringatan, hari ini limbah kembali dibuang langsung ke sungai. Saya sangat kecewa kepada PT SBW," ujar Herianto.

Saat melakukan pengecekan, Herianto mengaku menemukan tiga pipa yang mengarah langsung ke badan Sungai Lape. Menurutnya, kondisi air di bagian hulu masih terlihat jernih, namun berubah menjadi hitam setelah melewati titik yang diduga sebagai saluran pembuangan.

"Bisa dilihat sendiri, di hulu airnya masih jernih. Begitu sampai di dekat saluran pembuangan ini airnya langsung berubah hitam pekat," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ketika mencoba meminta penjelasan kepada pihak perusahaan, tidak memperoleh jawaban. Bahkan, dua orang yang diduga merupakan asisten pengelola perusahaan disebut meninggalkan lokasi saat mengetahui kedatangan kepala desa bersama warga.

Herianto mengatakan, sehari sebelumnya dirinya telah mendatangi lokasi dan mengingatkan agar aktivitas pembuangan limbah tidak dilakukan lagi. Namun, menurutnya, dugaan pelanggaran tersebut kembali terjadi. Ia pun mengambil sampel air sungai sebagai barang bukti tambahan.

"Saya akan melaporkan hal ini kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, serta Dinas Lingkungan Hidup untuk segera ditindaklanjuti. Saya meminta dinas terkait segera turun ke lapangan dan menjatuhkan sanksi tegas kepada PT SBW. Buktinya nyata, pipanya mengarah langsung ke sungai dan limbahnya masih terlihat menetes," tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pencemaran tersebut agar kualitas air Sungai Lape dapat kembali pulih dan masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab perubahan kondisi sungai.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada manajemen PT Sasmita Bumi Wijaya (PT SBW) belum membuahkan hasil. Panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan awak media belum mendapatkan tanggapan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT SBW belum memberikan pernyataan resmi. Kasus ini masih menunggu hasil verifikasi dan penyelidikan dari instansi berwenang. (Man)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini